Pemkot Batu Serahkan Hewan Kurban, Tegaskan Komitmen Sosial dan Keagamaan
Penyerahan hewan kurban oleh Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto dalam perayaan Idul Adha 1446 H menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Batu dalam memperkuat nilai-nilai keikhlasan, solidaritas sosial, dan syiar keagamaan. Melalui kurban dari pemerintah daerah maupun bantuan Presiden RI, semangat berbagi terus digaungkan, sekaligus mendorong pemberdayaan peternak lokal dan pemerataan kesejahteraan di masyarakat.
KOTA BATU, SJP—Dalam semangat Iduladha 1446 H, Wali Kota Batu Nurochman secara langsung menyerahkan seekor sapi kurban di Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Sapi jenis limosin berbobot 1.049 kilogram itu merupakan hasil ternak petani lokal Kota Batu.
"Iduladha bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, tapi lebih dari itu, ini tentang keikhlasan, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan," ujar wali kota yang akrab disapa Cak Nur itu.
Dia menegaskan, kurban adalah bagian dari ajaran Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As yang harus terus diteladani. Bagi Cak Nur, momen ini juga menjadi simbol penting keterlibatan aktif pemerintah dalam syiar Islam serta pemerataan sosial.
Selain itu, Pemkot Batu juga menjadi penerima bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto. Seekor sapi simmental seberat 1.040 kilogram dari Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, disalurkan ke Masjid Nurul Hidayah, Desa Pesanggrahan.
“Alhamdulillah, Kota Batu dipilih oleh Bapak Presiden. Sapi ini berasal dari peternak lokal dan diserahkan ke Pesanggrahan sebagai bentuk penghormatan kepada desa yang menjadi pusat pemerintahan Kota Batu,” imbuhnya.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyerahkan sapi kurban jenis limosin dengan berat sama, 1.040 kilogram, ke Masjid Al Falah, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.
Heli menekankan pentingnya kurban sebagai sarana membangun karakter dan kepedulian sosial.
“Tradisi kurban ini menanamkan nilai keikhlasan, melatih kita untuk tidak serakah, serta menumbuhkan empati kepada mereka yang kurang beruntung,” kata Heli.
Dia berharap, semangat berkurban ini tidak berhenti di Hari Raya saja, tetapi terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Batu.
“Dengan gotong royong dan kepedulian yang tinggi, kita ingin Kota Batu terus tumbuh sebagai kota yang inklusif, sejahtera, dan menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (Adv/*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

