Pemkab Tulungagung Siapkan Rp3 Miliar untuk Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Selain menyiapkan anggaran dan personel, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi mandiri.

07 Oct 2025 - 19:43
Pemkab Tulungagung Siapkan Rp3 Miliar untuk Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi
Forkopimda Tulungagung mengecek kesiapan personel dan peralatan yang disiagakan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Menjelang datangnya musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar dari pos Biaya Tak Terduga (BTT) tahun 2025 untuk penanggulangan dan penanganan darurat bencana.

Langkah antisipatif ini ditandai dengan apel siaga bencana yang digelar Selasa (7/10/2025) di halaman kantor Bupati Tulungagung. Sebanyak 700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, dan perangkat desa turut dilibatkan. 

Berdasarkan data dari BPBD Tulungagung, sepanjang tahun 2025 hingga Oktober, tercatat tujuh kejadian banjir, tujuh peristiwa tanah longsor, serta peristiwa angin kencang yang menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan, seluruh personel dan perangkat daerah harus siaga menghadapi kemungkinan bencana. Ia menekankan pentingnya kesiapan dan respon cepat agar dampak bencana bisa segera ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Apapun yang terjadi, kita harus siap menghadapi bencana-bencana. Pasukan sudah kita siapkan untuk menanggulangi bila terjadi sesuatu, terutama terkait dampak iklim yang sulit diprediksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak, menjelaskan, pihaknya telah memetakan wilayah rawan bencana di Tulungagung.

Wilayah barat seperti Kecamatan Sendang dan Pagerwojo disebut rawan longsor, dan wilayah selatan seperti Kecamatan Campurdarat, Besuki dan Bandung, daerah rawan banjir, sedangkan kawasan timur di antaranya Kecamatan Sumbergempol dan Ngunut mulai mengalami pergeseran pola cuaca dengan potensi angin kencang. 

“Peta bencana sudah kita perbarui. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya,” jelasnya.

Dengan langkah kesiapsiagaan ini, Pemkab Tulungagung berharap dapat meminimalkan dampak bencana di musim penghujan.

Selain menyiapkan anggaran dan personel, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan mitigasi mandiri serta segera melapor bila terjadi potensi bahaya di lingkungan sekitar. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow