Pelayanan RSD Kertosono Nganjuk Dipertanyakan, Pasien BPJS Dipulangkan Sebelum Pulih
Keluarga pasien mengaku kecewa usai pemulangan paksa dari RSD Kertosono. Relawan menyebut dokter enggan membuka hasil lab yang menunjukkan pasien mengidap leukimia. Pihak rumah sakit belum memberikan klarifikasi.
NGANJUK, SJP - Kendala pelayanan pasien BPJS Kesehatan kembali terjadi di RSD Kertosono Kabupaten Nganjuk. Seorang pasien, Alfinas Rohman (28), dikabarkan dipulangkan dari ruang rawat inap meski kondisinya belum pulih. Kasus ini kembali memantik perhatian publik setelah sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Winarti, ibu Alfinas dari Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, mengaku kecewa berat saat diwawancarai di halaman UGD RSD Kertosono, Selasa (2/12/2035).
“Kondisinya lemah, bola mata dan telapak kaki anak saya waktu dipulangkan masih berwarna kuning pucat. Itu yang bikin iba melihat anak saya diperlakukan seperti itu,” kata Winarti.
Seorang relawan Gepenta (Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Anarkis dan Tawuran) Nganjuk, Tanti, menyebut pihaknya mendapati dugaan ketertutupan informasi medis. Ia menuturkan bahwa penyakit yang diderita Alfias akhirnya terungkap melalui hasil laboratorium.
“Pihak dokter sangat tertutup dan melarang ketika ditanya hasil lab Alfias. Hasil lab ternyata Alfias menderita leukimia,” ujarnya.
Tanti menambahkan pihaknya selalu siap melakukan pendampingan, termasuk jika diperlukan rujukan ke RSUD dr Soetomo.
“Kami sudah berupaya untuk pendampingan dalam kondisi apapun. Semisal ada rencana rujukan ke rumah sakit DR Soetomo saya siap membantu. Namun besa di RSD Kertosono ini, tidak sampai di situ, keluarga pasien melarang saya dampingi, kenapa ya,” bebernya.
Berdasarkan hasil laboratorium, rumah sakit disebut akhirnya memberikan tindakan medis berupa transfusi darah pada Senin malam (1/12/2025).
Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak RSD Kertosono belum membuahkan hasil. Direktur RSD Kertosono, dr Suharono, yang diwakili KTU Yuliana, tidak dapat ditemui. Seorang staf, Fida, menyampaikan alasan tersebut.
“Mohon maaf pak, Bu Yuliana habis jatuh, itu rananya dr Rina selaku pelayanan, coba konfirmasi ke beliaunya,” ujar Fida.
Saat diminta kontak dr Rina, Fida menjawab, “Maaf pak, saya tak izin yang bersangkutan,” tukasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

