Warga Kedungringin Kembali Keluhkan Asap PT Sorini Towa Berlian Corporindo

Wwarga keluhkan limbah debu yang muncul dari cerobong pabrik PT Sorini Towa Berlian Corporindo karena warga keluhkan sesak napas dari aroma yang muncul serta debu yang tebal dan sulit dibersihkan

29 Jan 2024 - 10:30
Warga Kedungringin Kembali Keluhkan Asap PT Sorini Towa Berlian Corporindo
Warga saat tunjukkan lokasi cerobong pabrik PT Sorini ( foto isbi /SJP)

Kabupaten Pasuruan,SJP — Puluhan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji kembali mengeluhkan adanya limbah debu yang di keluarkan oleh PT Sorini Towa Berlian Corporindo yang berada di Jalan Raya Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Senin (29/1/2024) pagi. 

Mereka keluhkan bau serta debu yang dikeluarkan oleh aktivitas cerobong PT Sorini Towa Berlian Corporindo produksi industri barang konsumsi, mulai dari makanan dan minuman hingga kosmetik dan farmasi.

Kepala Desa Kedungringin Rizki Wahyuni mengatakan bahwa sebelumnya PT Satoria sudah menyepakati perjanjian terkait pembakaran, namun hal ini kemudian diingkari oleh pihak management.

"Sudah dua minggu ini asapnya kembali mengepul, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk tidak pakai sekam saat pembakaran melainkan pakai arang briket," katanya.

Menurut Rizki, ada dua dusun yang sangat berdampak, diantaranya yakni dusun Bahrowo dan Dusun Guyangan.

"Setiap malam warga selalu mengeluh karena asap yang dikeluarkan menjadi debu. Beberapa warga juga mengeluhkan asap yang berubah menjadi debu tersebut menempel di baju sehingga sulit untuk dibersihkan," lanjut Rizki

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan masalah kesehatan, hingga banyak warga yang sesak nafas akibat limbah yang ditimbulkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hedrik Sulfianto salah satu warga sekitar keluarnya asap yang dihasilkan dari cerobong PT Sorini Towa Berlian Corporindo sangat merugikan warga.

Ini sangat merugikan warga, ditambah lagi, masyarakat juga malah mendapat penyakit baru. Seperti sesak nafas, yang diakibatkan asap yang keluar dari cerobong PT Sorini ini," ucapnya.

Namun sayang, PT Sorini tidak memberikan tanggapan sama sekali saat ada perwakilan warga yang ingin menanyakan terkait keluhan warga akibat asap yang dikeluarkan dari cerobong pabrik.

Sebelumnya, pada Senin (2/10/2023) yang lalu mereka mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas produksi industri barang konsumsi, mulai dari makanan dan minuman hingga kosmetik dan farmasi. 

Unjuk rasa yang dilakukan warga tersebut menuntut agar PT Sorini tidak lagi membuang limbah cair ke sungai dan limbah udara yang dihasilkan dari hasil produksi bahan makanan, minuman, kosmetik dan farmasi karena limbah tersebut akibatkan kesehatan warga terganggu.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow