Pelajar MTs Kediri Bertemu Bupati Idola, Serahkan Lukisan Karya Sendiri

Rifqi Nadhim Uqail, pelajar MTs Negeri 9 Kediri, bertemu Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk menyerahkan lukisan karyanya. Bupati memberi apresiasi dan dukungan pendidikan bagi pelajar berbakat seni tersebut.

12 Aug 2025 - 09:01
Pelajar MTs Kediri Bertemu Bupati Idola, Serahkan Lukisan Karya Sendiri
Momen hangat Bupati Kediri Mas Dhito berpelukan dengan Nadhim, pelajar MTs Negeri 9 Kediri. (Foto: Prokopim for SJP)

KEDIRI, SJP — Rifqi Nadhim Uqail (13), pelajar MTs Negeri 9 Kediri, mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Senin (11/8/2025), untuk pertama kalinya bertemu Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito.

Nadhim datang mengenakan seragam biru putih sepulang sekolah, didampingi ayah, kepala sekolah, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin. Kehadirannya disambut langsung dan diajak masuk ke ruang kerja bupati.

Dari perbincangan, terungkap bahwa Nadhim yang hobi melukis telah lama mengidolakan Mas Dhito. Bahkan, salah satu lukisannya bergambar sang bupati kini terpajang di ruang kerja orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu.

Untuk melukis potret Mas Dhito, Nadhim mencari referensi dari gambar di internet. “Ya memang telah lama mengidolakan,” ujar Nadhim, yang mengenal bupati melalui media sosial dan pemberitaan.

Dari media sosial, dia mengetahui program bupati, seperti pendidikan gratis untuk anak keluarga miskin dan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati yang selaras dengan kegemarannya pada sepak bola.

“Mas Dhito ini kan membangun Stadion Gelora Daha Jayati, kebetulan saya juga suka sepak bola,” kata Nadhim, pelajar kelas VIII yang mengaku mengagumi kiprah pemimpin muda tersebut di daerahnya.

Kepala sekolah MTs Negeri 9 Kediri, Sunarto, yang mendampingi, mengaku penasaran dengan kabar muridnya yang sering berkomunikasi dengan bupati. Nadhim lalu menunjukkan pesan singkat antara dirinya dan Mas Dhito.

“Saya malah heran, baru tahu sekarang, ternyata Nadhim bisa komunikasi langsung dengan Mas Dhito,” ujar Sunarto, terkejut melihat bukti komunikasi yang ditunjukkan di ponsel sang siswa.

Menanggapi itu, Mas Dhito menjelaskan, setelah menerima kiriman lukisan pada Juli lalu, dia mengirim pesan terima kasih. Dari sana, Nadhim mengutarakan keinginannya untuk bertemu yang kemudian diwujudkan pada pertemuan tersebut.

“Memang saya yang lebih dulu mengirim pesan, terus dia menyampaikan ingin bertemu,” ujar Mas Dhito, mengisyaratkan pertemuan itu berawal dari apresiasinya atas karya seni Nadhim.

Nadhim, anak bungsu dari tiga bersaudara, mewarisi bakat melukis dari sang ayah. Dalam obrolan, dia menyampaikan keinginan memperdalam bakatnya hingga melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI).

Mendengar hal itu, Mas Dhito menyatakan siap mendukung pendidikan Nadhim hingga jenjang lebih tinggi. Sebagai apresiasi, dia memberi bantuan peralatan sekolah serta perlengkapan melukis untuk mendukung bakatnya.

Sebelum meninggalkan ruangan, Nadhim bersama ayah dan kepala sekolah diajak berfoto bersama bupati. Mas Dhito berpesan agar Nadhim selalu memberi kabar dan menjaga hubungan baik dengannya.

“Kamu bilang teman-temanmu, aku saiki koncone Mas Bupati,” ujar Mas Dhito, memberi pesan akrab kepada Nadhim, pelajar asal Desa Pagu, Kecamatan Wates, yang kini makin termotivasi berkarya. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow