Sembahyang Arwah dan Perayaan Kong Co Warnai Bulan Tujuh di Klenteng Sumber Naga

Acara sembahyang arwah atau yang lebih dikenal dengan hari raya para Hantu ini, terbersit sebuah pengharapan dari para umat TITD Sumber Naga, agar negara Indonesia diberi kedamaian

06 Sep 2025 - 19:42
Sembahyang Arwah dan Perayaan Kong Co Warnai Bulan Tujuh di Klenteng Sumber Naga
Umat Tiongh di Kota melalui saat melakukan sembahyang arwah di TITD Sumber Naga (Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Ada yang istimewa dari Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Sumber Naga, Kota Probolinggo. Sabtu (6/9/2025) ratusan umat melakukan sembahyang arwah. 

Sembahyang arwah ini, dilakukan setahun sekali, tepat pada bulan hantu, dalam penanggalan Imlek jatuh di bulan 7 tanggal 15. 

Ketua II TITD Sumber Naga Kota Probolinggo, Erfan Sutjianto, mengatakan, selain melakukan sembahyang arwah, tepat di hari Sabtu 6 September 2025 atau bulan tujuh tanggal 5 penanggalan Imlek.

Selain itu tempat sembahyang umat Tridharma ini juga merayakan bertahtanya Kong Co atau dewa penjaga Klenteng Sumbernaga. 

"Jadi hari ini kami melakukan sembahyang arwah pada pukul 13.00, kemudian, nanti kami lanjutkan dengan pembakaran uang kertas, untuk arwah arwah yang tidak terurus," jelas Erfan. 

Ada beberapa hal penting yang disiapkan dalam sembahyang arwah kali ini. Di antaranya sesajen untuk dewa, sesajen untuk arwah dan juga dupa dengan ukuran yang cukup besar. 

"Untuk sembahyang arwah ini, kami siapkan aneka sesaji untuk dewa, dan juga para arwah, dan juga dupa," kata Erfan.

Pembakaran dupa berukuran besar ini sebagai tanda atau simbol kedamaian, kemakmuran sekaligus memberikan wewangian yang khas. 

"Jadi dupa ini artinya wangi, dan damai. Ini semacam simbol pengharapan," jelas Erfan.

Acara sembahyang arwah atau yang lebih dikenal dengan hari raya para hantu ini, terbesit sebuah pengharapan dari para umat TITD Sumber Naga, agar negara Indonesia diberi kedamaian, pun demikian bagi Kota Probolinggo. 

Sementara itu, untuk merayakan hari ulangtahunnya TITD Sumber Naga memberikan hiburan bagi warga sekitar, yakni tampilan wayang potehi, yang dilaksanakan setiap hari, selama 1,5 bulan penuh, mulai pukul 19.00 - 21.00 waktu setempat. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow