Patung Gajah Mungkur yang Telan Biaya Rp1 Miliar di Gresik Mulai Retak

Warga membandingkan patung gajah mungkur yang menelan biaya Rp1 miliar di Gresik dengan patung biawak di Wonosobo yang hanya menghabiskan biaya Rp50 juta

03 May 2025 - 13:35
Patung Gajah Mungkur yang Telan Biaya Rp1 Miliar di Gresik Mulai Retak
Landmark patung gajah mungkur yang berada di simpang lima Sukorame, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Dua patung gajah mungkur yang menjadi landmark di simpang lima Sukorame, Kabupaten Gresik, kembali jadi sorotan. Pasalnya, patung yang menelan dana kurang lebih Rp1 miliar itu mulai mengalami keretakan di beberapa bagian.

Seorang warga yang tinggal tidak jauh dari patung gajah mungkur, Subianto, menduga retaknya patung gajah tersebut karena proses pembangunannya asal-asalan. Padahal, kata dia, pembangunan landmark patung gajah itu menelan dana sekitar Rp1 miliar.

"Retak-retak, mungkin dalamnya ompong. Hanya dibangun luarnya saja," ucapnya kepada Suarajatimpost.com, Sabtu (3/5/2025).

Subianto membandingkan patung gajah mungkur dengan patung biawak di Kabupaten Wonosobo yang viral di media sosial lantaran hanya menelan biaya Rp50 juta. Namun hasilnya jauh lebih bagus dan lebih realistis dibandingkan patung gajah mungkur di Gresik.

Sedangkan patung gajah mungkur, kata Subianto, bentuknya sangat aneh. Bagaimana tidak, patung yang seharusnya mengejawantahkan bentuk seekor gajah, justru tidak memiliki telinga, mata, gading, dan ekor. Sedangkan biaya pembuatannya cukup besar.

"Aneh, harusnya bisa lebih baik. Sebab biayanya jauh lebih mahal dari patung biawak di Wonosobo," jelasnya. 

Hal senada diungkapkan warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Mustofa. Dia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pembangunan landmark patung gajah mungkur. Alasannya sama, yaitu karena bentuknya yang sangat aneh.

Mustofa menuturkan, patung gajah yang sudah berdiri selama lebih dari lima tahun itu menelan biaya kurang lebih Rp1 miliar. Landmark patung gajah mungkur itu dibangun atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan PT Petrokimia Gresik.

Oleh karena hasil yang menurutnya tidak sesuai dengan biayanya, Mustofa menduga pembangunan patung gajah tersebut tidak benar-benar menghabiskan biaya Rp1 miliar. Bahkan dia meyakini, biaya pembuatan patung itu tidak sampai Rp1 miliar.

"Misal Rp500 juta bisa ditulis Rp1 miliar. Hal itu menjadi biasa untuk pelaporan pembangunan," ujarnya, Sabtu (3/5/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa'diayah, yang saat patung itu dibuat dia bertanggung jawab atas pembuatan desainnya, belum merespons saat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan.

Namun berdasar data yang dihimpun Suarajatimpost.com, patung gajah mungkur itu sudah dibangun sejak akhir tahun 2019 lalu dengan anggaran hampir Rp1 miliar. Pembangunannya merupakan buah kerja sama antara Pemkab Gresik dengan PT Petrokimia Gresik.

Patung gajah itu terletak di simpang lima Sukorame yang menghubungkan lima jalan raya yang berada di tengah kota Gresik. Mulai dari Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Jalan Proklamasi, Jalan dr. Soetomo, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Usman Sadar.

Pembangunan patung gajah mungkur itu sempat menjadi polemik pada tahun 2020. Namun baru-baru ini, eksistensi patung gajah itu kembali jadi perbincangan di media sosial setelah adanya patung biawak di Kabupaten Wonosobo yang hanya menelan biaya Rp50 juta. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow