Antisipasi Genangan, Proyek Drainase Jalan Sumedang Malang Masuki Tahap Akhir

Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi

29 Jun 2026 - 09:30
Antisipasi Genangan, Proyek Drainase Jalan Sumedang Malang Masuki Tahap Akhir
Lokasi pembangunan drainase di ruas Jalan Sumedang, Kecamatan Kepanjen. (Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Pembangunan drainase di ruas Jalan Sumedang, Kecamatan Kepanjen, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Malang.

Pekerjaan saluran air ini sengaja diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air sekaligus menjaga kekuatan konstruksi jalan. Terlebih, Jalan Sumedang selama ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi karena menjadi akses utama yang menghubungkan berbagai kantor pelayanan publik dan perkantoran.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa pembangunan ini mengacu pada hasil kajian teknis. Dari hasil evaluasi, saluran air yang lama dinilai sudah tidak mampu lagi menampung debit air secara optimal.

"Pembangunan drainase ini merupakan langkah antisipatif untuk memperlancar aliran air permukaan sehingga genangan yang selama ini muncul di ruas Jalan Sumedang dapat diminimalisasi," ujar Khoirul belum lama ini.

Ia menjelaskan, proyek ini meliputi pemasangan saluran beton pracetak atau Reinforced Concrete Pipe (RCP) berukuran 80 x 80 sentimeter dengan panjang sekitar 134 meter. 

Menariknya, di atas saluran beton tersebut juga dibangun trotoar dan ampyang (lantai batu alam). Fasilitas ini disediakan agar pejalan kaki tetap bisa melintas dengan nyaman tanpa mengganggu fungsi utama drainase.

Menurut Oong, sapaan akrab Khoiru, peningkatan kapasitas drainase sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan kawasan dan meningkatnya volume air yang mengalir.

"Ketika debit aliran meningkat, saluran yang ada tidak lagi mampu menampung seluruh aliran sehingga memunculkan genangan di badan jalan. Dengan drainase baru ini diharapkan aliran air menjadi lebih lancar dan risiko genangan dapat ditekan," katanya.

Selain mengatasi genangan, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuat aspal jalan bertahan lebih lama. Pasalnya, air yang menggenang dalam waktu lama menjadi pemicu utama cepatnya kerusakan jalan, yang berujung pada membengkaknya biaya pemeliharaan.

Oong menambahkan bahwa peningkatan kualitas saluran air seperti ini akan terus menjadi fokus pemerintah daerah demi memperkuat infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

"Harapannya, setelah pekerjaan ini selesai, masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui kondisi jalan yang lebih nyaman, aman, serta didukung sistem drainase yang berfungsi optimal," pungkasnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow