ASN Bangkalan yang Tewas di Bandara Juanda Diduga Dibunuh, Polisi Buru Pria Bermasker
Keluarga Ruly Yunis Stiawati (RJS), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia tersebut, menduga kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan.
BANGKALAN, SJP — Tepergoknya sesosok mayat di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, kini menemui titik terang baru. Keluarga Ruly Yunis Stiawati (RJS), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia tersebut, menduga kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan.
Pihak keluarga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku yang terekam kamera CCTV bandara.
Saat ini, jenazah korban yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan tersebut telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Mlajah, Bangkalan.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa dugaan pembunuhan ini diperkuat oleh hasil autopsi sementara dari Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah tanda kekerasan akibat benda tumpul dan indikasi asfiksia (kekurangan oksigen).
Terdapat luka robek pada bagian belakang cuping telinga sebelah kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Ditemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata dan kedua bibir, serta perubahan warna kebiruan/kehitaman pada bibir dan lidah.
"Kelainan ini lazim ditemukan pada orang yang meninggal dalam keadaan mati lemas. Pihak keluarga menyimpulkan ada indikasi pembunuhan (dibekap) yang menyebabkan kematian Ibu Ruly," terang Risang.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, membenarkan temuan pemeriksaan luar tersebut.
Tim forensik memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.
Selain itu, pihak rumah sakit membantah rumor di media sosial yang menyebutkan korban dalam kondisi hamil.
Perut korban yang tampak membesar murni disebabkan oleh proses pembusukan alami setelah kematian.
Petunjuk penting dalam kasus ini mengarah pada rekaman CCTV di kawasan Bandara Juanda. Kamera pengawas berhasil menangkap momen ketika mobil dinas yang ditumpangi korban memasuki area parkir pada Sabtu sore (20/6/2026).
Namun, mobil tersebut ternyata dikemudikan oleh seorang pria bermasker, bukan oleh korban. Pria misterius itulah yang diduga kuat meninggalkan jenazah Ruly di dalam mobil lalu pergi melarikan diri.
Terdapat kejanggalan waktu yang kini tengah didalami, pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekira pukul 07.00 WIB, adik korban masih sempat melakukan video call dengan Ruly.
Kemudian pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore hari, manifes bandara mencatat mobil dinas korban baru memasuki area parkir yang disetir oleh pria bermasker.
"Oleh karena itu, untuk mengetahui secara jelas penyebab kematian Ibu Ruly, pelakunya tentu harus ditangkap terlebih dahulu," tegas Risang.
Pihak kuasa hukum meyakini polisi sebenarnya sudah mengidentifikasi profil terduga pelaku lewat alat bukti yang ada.
Meski indikasi kekerasan sudah ditemukan, tim forensik dan penyidik belum mengeluarkan kesimpulan final mengenai penyebab pasti kematian korban.
Pihak kepolisian masih harus menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) Polda Jawa Timur terhadap pemeriksaan organ dalam korban.
Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, menegaskan bahwa proses penyelidikan terus berjalan secara intensif.
"Kami masih terus berjalan dan menunggu hasil visum serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab utama kematian korban," ujar AKP Siko. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

