Paramount Pictures Tegas Tolak Gerakan Boikot Industri Film Israel
Paramount Pictures menolak gerakan boikot perfilman Israel yang digaungkan ribuan tokoh industri film dunia. Studio raksasa Hollywood itu menilai boikot tidak akan membawa perdamaian, melainkan membatasi kebebasan berkarya.
CALIFORNIA, SJP – Paramount Pictures menegaskan sikapnya menolak gerakan boikot terhadap industri film Israel. Pernyataan resmi itu dirilis setelah lebih dari 3.900 tokoh industri perfilman dunia menandatangani petisi yang menyerukan penghentian kerja sama dengan institusi film Israel.
“Kami tidak setuju dengan upaya terbaru untuk memboikot sineas Israel. Membungkam seniman kreatif berdasarkan kewarganegaraan mereka tidak akan meningkatkan pemahaman atau memajukan perdamaian,” ujar Kepala Komunikasi Paramount, Melissa Zukerman, dikutip dari Variety, Rabu (24/9/2025).
Paramount menegaskan, alih-alih boikot, dunia hiburan justru harus mendorong para seniman agar bisa membagikan kisah mereka kepada audiens global.
“Industri hiburan global seharusnya mendorong para seniman untuk menceritakan kisah mereka dan berbagi ide dengan penonton di seluruh dunia. Kita membutuhkan lebih banyak keterlibatan dan komunikasi, bukan justru menjadi lebih sedikit,” lanjut pernyataan resmi itu.
Dengan pernyataan tersebut, Paramount menjadi studio produksi besar pertama di Hollywood yang secara terbuka menentang boikot perfilman Israel. Studio raksasa itu menilai kekuatan cerita lebih berperan dalam menciptakan ruang pemahaman ketimbang aksi pemutusan hubungan kerja sama.
Petisi boikot terhadap sineas Israel sebelumnya dirilis pada Senin (22/9/2025) oleh organisasi Film Workers for Palestine. Petisi itu ditandatangani lebih dari 3.900 tokoh perfilman dunia, termasuk pemenang penghargaan bergengsi Oscar, BAFTA, Emmy, hingga Palme d’Or.
Beberapa sineas dan aktor ternama masuk dalam daftar penandatangan, seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Adam McKay, Joshua Oppenheimer, Olivia Colman, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Tilda Swinton, Javier Bardem, Emma Stone, hingga Lily Gladstone. Mereka menegaskan penolakannya bekerja sama dengan institusi Israel yang dianggap terlibat dalam praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina. (**)
Editor: Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

