Operasi Selalu Bocor, Polres Nganjuk Istikamah Gagal Gerebek Sabung Ayam

Selama enam kali melakukan penggerebekan sabung ayam sejak Desember 2024, belum ada satu pun operasi Polres Nganjuk yang berhasil menangkap pelaku. Informasi penggerebekan selalu bocor ke telinga penjudi

05 May 2025 - 10:03
Operasi Selalu Bocor, Polres Nganjuk Istikamah Gagal Gerebek Sabung Ayam
Personel Polres Nganjuk saat menertibkan arena sabung ayam di Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. (Foto: Humas Polres Nganjuk for SJP))

NGANJUK, SJP — Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk kembali menggerebek arena sabung ayam di Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Tenda semi permanen pun dibongkar paksa pada Senin (5/5/2025). Namun, operasi itu kembali berakhir nihil seperti operasi-operasi sebelumnya.

"Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk perjudian. Segala aktivitas yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, Senin (5/5/2025).

AKBP Henri menuturkan, temuan arena sabung ayam itu bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas sabung ayam. Pihaknya melakukan pendalaman laporan itu dan melakukan tindakan.

"Kapolsek beserta Kanit Reskrim dan empat anggota Polsek Bagor menuju ke lokasi. Ada juga personel anggota Opsnal Satreskrim Polres Nganjuk yang diterjunkan ke lokasi," terangnya.

Para personel gabungan langsung menuju ke lokasi yang diduga sebagai arena sabung ayam. Namun, setibanya di lokasi di Desa Sugihwaras, polisi tidak menemukan seorang pun.

"Setibanya di lokasi sudah dalam keadaan sepi atau bocor," ujarnya.

Meski begitu, petugas langsung melakukan pembongkaran arena judi sabung ayam tersebut, supaya tidak digunakan lagi oleh warga. Kemudian petugas melakukan konsolidasi.

Dari lokasi itu, petugas mengamankan sebuah terpal warna biru. AKBP Henri menegaskan, tidak boleh ada lagi lokasi atau aktivitas judi online maupun konvensional di Kabupaten Nganjuk.

"Kami pastikan Polres Nganjuk beserta jajaran berkomitmen memberantas judi di Kabupaten Nganjuk," tandasnya.

Aksi penggerebekan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Bagor AKP Sugino bersama empat anggota polisi lainnya. Mereka bergerak ke lokasi usai apel pengarahan pada pukul 16.30 WIB.

Namun sayangnya, polisi mendapati tempat yang diduga menjadi arena sabung ayam tersebut dalam keadaan kosong. Saat dilakukan pengecekan, tidak ada pelaku di lokasi.

“Namun, kami langsung melakukan pembongkaran fasilitas yang diduga digunakan untuk judi dan mengamankan barang bukti berupa jam dinding serta kain geber warna biru," ujar AKP Sugino.

Tindakan ini mendapat dukungan dari warga sekitar yang ikut membantu dalam proses pembongkaran. Kemudian polisi mengimbau agar lokasi tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan ilegal.

Catatan Redaksi: Operasi Polisi Selalu Bocor

Aksi penggerebekan arena sabung ayam di Kabupaten Nganjuk sejatinya sudah berulang kali dilakukan. Bahkan penggerebekan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, tidak hanya kali ini saja.

Pada Ahad, 16 Maret 2025 lalu, Polres Nganjuk juga pernah menggerebek lokasi arena judi sabung ayam di Desa Sugihwaras. Namun hasilnya juga tidak membuahkan hasil sama seperti hari ini.

Sebab, sesampainya di lokasi yang diduga dijadikan arena sabung ayam, polisi tidak menemukan apa pun selain hanya beberapa keranjang ayam dan terpal penutup arena.

Kemudian keesokan harinya, yakni pada Senin, 17 Maret 2025, Polres Nganjuk kembali menggerebek arena sabung ayam di Kelurahan Ngronggot, Kecamatan Ngronggot.

Namun lagi-lagi, polisi dibuat gigit jari. Setibanya di lokasi, tidak ditemukan aktivitas judi. Oleh sebab itu, polisi hanya bisa membongkar seluruh fasilitas arena. Seperti terpal dan semacamnya.

Tidak sampai di situ, jauh sebelumnya, tepatnya pada Selasa 31 Desember 2024 lalu, Polsek Baron juga menggelar operasi penggerebekan arena sabung ayam di Desa Katerban.

Operasi yang dimulai pukul 16.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Baron saat itu, Iptu Harsono. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Polisi tidak berhasil menangkap satu pun tersangka.

Bahkan, seperti biasanya, setibanya polisi di arena sabung ayam, lokasi itu sudah sepi seperti kuburan. Lagi-lagi polisi hanya bisa pulang dengan membawa sebuah terpal penutup arena.

Kendati begitu, ambisi polisi untuk memberangus praktik sabung ayam di Nganjuk tidak pupus begitu saja. Operasi penggerebekan sabung ayam kembali dilakukan di Kelurahan Ngronggot, Kecamatan Ngronggot pada Jumat, 21 Februari 2025.

Namun akhirnya seperti yang sudah bisa ditebak: hasilnya zonk. Operasi itu kembali bocor. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ada aktivitas judi sabung ayam.

Padahal saat itu, pihak kepolisian mengklaim sudah bertindak cepat. Namun sayangnya, informasi akan adanya penggerebekan tersebut lebih cepat sampai ke telinga para penjudi.

Lagi-lagi tidak ada yang bisa dibawa pulang dari aksi penggerebekan itu kecuali terpal dan kisah kegagalan polisi yang berulang-ulang dalam mengungkap praktik judi sabung ayam.

Padahal menurut informasi, arena tersebut selalu ramai didatangi para penggila judi sabung ayam dari berbagai daerah di wilayah Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Meski operasi tersebut selalu gagal, polisi seperti tidak pernah putus asa. Bahkan di wilayah yang sama, yakni di Kelurahan Ngronggot, kembali dilakukan penggerebekan pada Ahad 13 April 2025.

Namun sayangnya, Dewi Fortuna seperti enggan berpihak kepada para polisi di Kabupaten Nganjuk. Mereka kembali gagal memberangus pelaku judi sabung ayam di kelurahan tersebut.

Dari aksi penggerebekan itu, dengan pasrah polisi hanya bisa membongkar arena semi permanen. Dan seperti operasi-operasi sebelumnya, terpal menjadi barang bukti favorit yang bisa ditemukan.

Klaim Kesigapan, Komitmen, dan Jurus Pamungkas Penutup Kegagalan

Entah sudah berapa banyak terpal yang disita dan diamankan polisi di Mapolres Nganjuk. Namun yang pasti, kegagalan polisi dalam menangkap pelaku sabung ayam seolah sudah menjadi lagu wajib.

Padahal, arena semi permanen yang selalu dibongkar ketika penggerebekan, bertujuan agar aktivitas sabung ayam tidak kembali terjadi. Namun, para penjudi tetap tidak mau jera.

Berdasar informasi dari pihak kepolisian, semua operasi penggerebekan sabung ayam tersebut selalu berdasar laporan masyarakat. Polisi pun mengklaim selalu bergerak cepat ketika mendapat laporan.

Namun, klaim itu selalu berujung kecewa. Sebab, informasi akan adanya operasi penggerebekan selalu bocor. Ketika polisi tiba di lokasi, arena sudah sepi dan hanya tersisa terpal dan keranjang ayam.

Kendati demikian, polisi selalu memiliki jurus pemungkas ketika operasinya gagal. Yakni dengan imbauan kepada masyarakat, agar berhenti melakukan tindakan perjudian sabung ayam.

Dengan imbauan tersebut, pihak kepolisian berharap agar praktik perjudian tidak terulang kembali. Namun sayangnya, para pelaku judi tidak sepolos itu untuk gampang menerima imbauan tersebut.

Selain memberi imbauan, Polres Nganjuk selalu menutup kegiatan operasi dengan menyampaikan komitmennya dalam memberangus praktik perjudian. Baik judi online maupun judi konvensional.

Meski dalam beberapa waktu terakhir komitmen itu belum membuahkan satu pun tersangka, namun setidaknya, ada banyak terpal yang bisa menjadi saksi bisu atas kuatnya komitmen Polres Nganjuk dalam upaya membumihanguskan praktik judi sabung ayam di wilayah hukumnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow