Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Jadi Korban Penipuan Bermodus Uang Mainan

Dalam kurun waktu Maret 2026, setidaknya tiga kasus dilaporkan menyasar pedagang lansia sehingga meresahkan masyarakat.

01 Apr 2026 - 17:30
Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Jadi Korban Penipuan Bermodus Uang Mainan
Ilustrasi uang palsu. (Foto : Istimewa)

BLITAR, SJP–Satreskrim Polres Blitar Kota tengah intensif melakukan penyelidikan terkait kasus yang viral di media sosial sejak beberapa pekan terakhir mengenai aksi penipuan yang menyasar pedagang lanjut usia (lansia) dengan modus uang mainan atau uang palsu.

Dalam kurun waktu Maret 2026, setidaknya tiga kasus dilaporkan menyasar pedagang lansia sehingga meresahkan masyarakat.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik rangkaian kasus tersebut.

"Terkait penggunaan uang mainan di wilayah hukum Polres Blitar Kota, tim Satreskrim sudah melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku," kata Samsul, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga kejadian tersebut berlokasi di Kecamatan Nglegok, tepatnya di Desa Bangsri, Desa Jiwut, dan Desa Kedawung. Para korban merupakan pedagang lansia yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Bangsri, seorang nenek penjual kerupuk bernama Semarah menjadi korban setelah menerima uang mainan pecahan Rp200.000. 

Sementara itu, di Desa Jiwut, seorang penjual bunga ziarah bernama Jirah juga mengalami hal serupa dengan nominal Rp100.000. Kasus terbaru menimpa penjual jamu di Desa Kedawung yang menerima uang mainan dengan nilai yang sama.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga menjalankan aksinya secara berulang dengan menyasar korban yang dinilai rentan. 

Informasi yang beredar menyebutkan pelaku diduga seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario.

"Pelaku mengedarkan uang palsu dengan cara dibelanjakan kepada pedagang lansia. Dugaan sementara yang beredar di medsos, pelaku seorang perempuan naik Honda Vario," terangnya.

Untuk menekan angka kejahatan serupa, polisi telah meningkatkan langkah-langkah pencegahan. Upaya tersebut di antaranya mengintensifkan patroli, melakukan penyelidikan mendalam melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menyosialisasikan ciri-ciri uang palsu atau uang mainan. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang lansia, agar lebih teliti saat menerima uang tunai.

Selain itu, bagi masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan modus membelanjakan uang mainan diharapkan segera melapor ke Polres Blitar Kota. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow