Waspada! Kasus Campak di Gresik Berstatus KLB, Tercatat 65 Temuan Baru

Jumlah kasus campak mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya di Kabupaten Gresik. Dinkes Gresik menyebut peningkatan itu tidak hanya di Kabupaten Gresik, namun juga di lingkup provinsi hingga nasional.

01 Apr 2026 - 17:00
Waspada! Kasus Campak di Gresik Berstatus KLB, Tercatat 65 Temuan Baru
Imunisasi campak di Puskesmas Nelayan, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat peningkatan jumlah kasus campak sejak awal tahun hingga berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Jumlah tersebut mencapai 65 kasus selama periode Januari hingga Maret 2026.

"Sampai akhir Maret 2026, jumlah kasus campak sebanyak 65 anak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, Rabu (1/4/2026).

Pihaknya menjelaskan bahwa jumlah kasus campak mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut peningkatan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga di lingkup provinsi hingga nasional.

Akibat peningkatan jumlah kasus ini, Dinkes Provinsi Jawa Timur menetapkan Kabupaten Gresik sebagai salah satu dari delapan daerah di Jawa Timur dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Untuk Gresik, KLB terjadi di wilayah Puskesmas Manyar dan sudah dilaksanakan ORI (outbreak response immunization) untuk menanggulanginya dengan hasil capaian yang maksimal," jelasnya.

Puspitasari menambahkan, kasus campak di Kabupaten Gresik didominasi oleh pasien anak-anak, terutama usia di bawah 12 tahun. Gejala klinis pasien meliputi demam, batuk, pilek, serta mata merah, yang diikuti munculnya bercak merah pada badan.

Puspitasari mengungkapkan bahwa campak dapat dicegah melalui pemberian imunisasi lengkap sesuai usia, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, hingga usia sekolah dasar.

"Tetapi pada penyakit campak dapat muncul komplikasi yang berbahaya, antara lain pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan diare berat," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Gresik melakukan berbagai upaya seperti pelaksanaan catch up campaign atau imunisasi kejar untuk melengkapi status vaksinasi anak yang belum tuntas. Dinkes Gresik mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada. 

"Kami meminta masyarakat untuk segera memberikan imunisasi campak kepada anak-anak mereka," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow