Nelayan Situbondo Selamat Setelah Terombang-ambing Empat Jam di Laut Bali
Usai dievakuasi, korban dibawa menuju Pelabuhan Prigi. Setibanya di daratan, Imam Junaedi yang selamat dari maut tersebut langsung bersujud syukur.
TRENGGALEK, SJP – Seorang nelayan asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di perairan Laut Bali selama sekitar empat jam. Korban ditemukan dalam kondisi hidup oleh awak kapal pengangkut batu bara, MV SLM Josephine, yang sedang dalam pelayaran dari Berau menuju Cilacap. Korban kemudian dijemput oleh tim SAR di wilayah Trenggalek.
Ketua Tim Operasi Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa insiden dramatis ini bermula pada Minggu (29/3/2026) siang, saat kapal pengangkut batu bara MV SLM Josephine melintasi perairan selatan Bali. Di tengah perjalanan, kru kapal melihat seorang pria terapung di laut. Pria tersebut diidentifikasi sebagai Imam Junaedi, nelayan asal Situbondo, yang bertahan hidup dengan berpegangan pada katir (penyeimbang) perahu yang telah terbalik.
Korban yang berhasil dievakuasi ke atas kapal tersebut kemudian dijemput oleh tim SAR di perairan Trenggalek. Menurut Yoni, pihaknya pertama kali menerima informasi melalui sinyal darurat yang dikirimkan oleh kapal tersebut pada Minggu malam.
“Kemarin sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapatkan sinyal mayday dari salah satu kapal pengangkut batu bara dari Berau menuju Cilacap. Dari sinyal tersebut kami berkomunikasi dan diketahui kapal tersebut telah mengevakuasi satu nelayan dalam kondisi masih hidup,” ujar Yoni, Senin (30/3/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, pada Senin siang, Basarnas segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak di wilayah Trenggalek untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Nelayan tersebut berasal dari Situbondo dan sudah berada di kapal dalam kondisi selamat. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan Prigi, Kesyahbandaran, Pos AL, Polairud, serta unsur pemerintah lainnya. Akhirnya disepakati korban akan di-intercept (dicegat) di Teluk Prigi,” jelasnya.
Yoni menambahkan bahwa lokasi penemuan korban berada di sekitar perairan Bali, sementara perahu milik korban dipastikan telah tenggelam.
“Untuk titik evakuasi masih di sekitar masuk perairan Bali. Sedangkan perahunya berupa jukung kecil dengan katir, dan berdasarkan komunikasi, perahu tersebut terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak,” imbuhnya.
Usai dievakuasi, korban dibawa menuju Pelabuhan Prigi. Setibanya di daratan, Imam Junaedi yang selamat dari maut tersebut langsung bersujud syukur.
Sesampainya di Prigi, korban segera menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Watulimo untuk memastikan kondisi fisiknya. Rencananya, setelah dinyatakan pulih, korban akan dipulangkan ke kampung halamannya di Situbondo untuk berkumpul kembali dengan keluarga. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

