Musim Kemarau Tiba, Pemkab Jember Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Penanganan kekeringan di Desa Sumberpinang akan dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Untuk mendukung skema tersebut, petugas telah menyiagakan 4 titik tandon utama di lokasi sebagai posko pengisian air (3 unit milik BPBD dan 1 unit swadaya warga).
JEMBER, SJP - Musim kemarau mulai berdampak di Kabupaten Jember. Ratusan warga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kini mengalami krisis air bersih setelah sumur mereka menyusut dan menjadi keruh berlumpur.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Jember melalui BPBD bersinergi dengan PMI mendistribusikan air bersih pada pukul 12:30 WIB, pada Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, krisis air di wilayah ini sudah masuk tahap mengkhawatirkan karena wilayah tersebut memasuki puncak kemarau pada bulan Juli. Total ada 125 Kepala Keluarga (KK) di dua RT yang terdampak langsung.
"Kondisi air sumur warga yang tersisa sudah tidak layak konsumsi karena bercampur lumpur pekat," kata Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo, Jumat (3/7/2026).
Selanjutnya kata dia, sebenarnya, terdapat fasilitas sumur bor alternatif berjarak 600 meter dari permukiman warga. Namun, infrastruktur tersebut belum bisa digunakan karena belum tersambung listrik dan belum memiliki jaringan pipa distribusi ke rumah warga.
“Infrastruktur tersebut belum bisa digunakan karena belum tersambung listrik dan belum memiliki jaringan pipa distribusi ke rumah warga,” ujarnya.
Edi menambahkan, pendistribusian air ini mengacu pada SK Bupati Nomor: 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan & Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Armada tangki tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung diserbu warga yang sudah mengantre membawa jeriken dan ember.
“Dalam operasi ini, tim gabungan menyalurkan total 9.000 liter air bersih. BPBD Jember menyuplai 5.000 liter air dan PMI Jember menyuplai 4.000 liter air,” paparnya.
“Selain air, BPBD Jember juga menurunkan bantuan logistik berupa 3 unit tandon darurat kapasitas 1.200 liter dan 20 buah jeriken untuk membantu warga,” tambahnya.
Edi menegaskan bahwa penanganan kekeringan di Desa Sumberpinang akan dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Untuk mendukung skema tersebut, petugas telah menyiagakan 4 titik tandon utama di lokasi sebagai posko pengisian air (3 unit milik BPBD dan 1 unit swadaya warga).
"Kami memastikan kebutuhan air bersih untuk warga Dusun Bunder dipasok berkala, target kami setiap dua hari sekali," pungkasnya. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

