Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Suguhkan Jejak Musik Klasik Dunia, Simpan Koleksi Langka dari Abad ke-19

Museum Musik Dunia Jatim Park 3 digadang-gadang sebagai salah satu destinasi edukasi unggulan di Kota Batu yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pecinta musik, pelajar, maupun wisatawan keluarga.

22 Jul 2026 - 13:20
Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Suguhkan Jejak Musik Klasik Dunia, Simpan Koleksi Langka dari Abad ke-19
Spot Alat Musik Klasik di Museum Musik Dunia (JTP for SJP)

KOTA BATU, SJP – Museum Musik Dunia di kawasan Jatim Park 3 tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, tetapi juga menyimpan berbagai koleksi alat musik klasik dan perangkat audio bersejarah dari berbagai negara. Pada lantai tiga museum, pengunjung diajak menelusuri perkembangan musik dunia melalui deretan instrumen klasik yang berasal dari Eropa hingga Amerika, mulai abad ke-19 hingga akhir abad ke-20. 

Edukator Museum Musik Dunia, Sonny Rosandi pada Rabu (22/7/2026) menegaskn Museum ini memang dirancang dengan tiga lantai, di mana lantai pertama menampilkan alat musik dari berbagai benua, lantai kedua menghadirkan sejarah genre musik dan memorabilia musisi, sedangkan lantai ketiga berfokus pada koleksi alat musik klasik dan music box.

"Salah satu koleksi yang menjadi perhatian adalah Polyphon buatan tahun 1857, yang menjadi salah satu alat musik mekanis tertua di Museum Musik Dunia. Selain itu terdapat pula Le Ludion, instrumen mekanis asal Prancis yang dapat dimainkan langsung oleh pengunjung melalui sebuah tantangan menjaga tempo permainan," urainya. 

Ia menegaskan bahwa apabila terdapat pengunjung yang berhasil memainkan lagu dengan ritme stabil berkesempatan memperoleh voucher sebagai bentuk apresiasi.

Selain itu, area musik klasik dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi bersejarah, tetapi juga dapat merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan alat musik.

"Konsep yang kami hadirkan bukan sekadar museum untuk melihat koleksi, tetapi juga memberikan pengalaman bermain dan belajar. Melalui tantangan di Le Ludion, pengunjung bisa merasakan bagaimana menjaga tempo dan ritme menjadi bagian penting dalam bermusik," imbuhnya.

Selain instrumen mekanis, lantai tiga juga menyimpan koleksi tiga organ, lima upright piano, satu baby grand piano, dan satu grand piano yang menggambarkan perkembangan alat musik tuts dari masa ke masa.

Tidak hanya itu, museum juga mengoleksi puluhan radio dari berbagai negara di Eropa dan Amerika yang diproduksi pada rentang 1920 hingga 1990, memperlihatkan evolusi teknologi penyiaran dan hiburan di berbagai belahan dunia.

Koleksi lainnya yang tak kalah menarik adalah dua jenis gramofon yang menjadi cikal bakal perkembangan turntable modern. Gramofon merupakan salah satu perangkat pemutar suara paling berpengaruh dalam sejarah industri musik sebelum kemudian berkembang menjadi pemutar piringan hitam yang dikenal hingga saat ini.

Sonny menjelaskan, keberadaan koleksi-koleksi tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami bagaimana teknologi musik berkembang dari instrumen mekanis hingga perangkat audio modern.

Melalui berbagai koleksi langka tersebut, Museum Musik Dunia tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang menarik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai sejarah musik dunia, perkembangan teknologi audio, serta perjalanan industri musik lintas zaman. (***)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow