Misteri Perahu Tanpa Awak di Gresik, Tim SAR Perluas Pencarian Hingga 5 Kilometer
Insiden hilangnya korban menyisakan tanda tanya besar setelah terekam kamera pengawas (CCTV) dermaga.
GRESIK, SJP — Tim SAR (Search and Rescue) gabungan resmi memperluas jangkauan pencarian terhadap Mat Rakim (57), seorang nelayan asal Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, yang dinyatakan hilang di perairan dermaga setempat.
Pada hari kedua pencarian, Rabu (7/1/2026), petugas menyisir area hingga radius lima kilometer dari titik terakhir korban diduga terjatuh.
Insiden hilangnya korban menyisakan tanda tanya besar setelah terekam kamera pengawas (CCTV) dermaga.
Dalam rekaman tersebut, perahu milik korban tampak melaju kencang tanpa awak hingga akhirnya menghantam kapal yang sedang bersandar di Dermaga Kelurahan Lumpur.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Gani, menyatakan bahwa strategi pencarian kini dipertajam dengan membagi tim ke beberapa sektor.
Sebanyak empat armada, yang terdiri dari perahu karet dan speed boat, dikerahkan untuk menyisir permukaan laut secara bergantian.
"Upaya pencarian saat ini difokuskan pada area koordinat terakhir perahu terlihat sebelum menabrak kapal yang bersandar. Radius pencarian telah kami perluas hingga kurang lebih lima kilometer ke arah hilir dan area sekitarnya," ujar Gani saat ditemui di lokasi operasi.
Operasi kemanusiaan ini dimulai sejak Selasa (6/1/2026), sesaat setelah pihak berwenang menerima laporan dari Satpol Airud Polres Gresik dan BPBD Kabupaten Gresik.
Meski pencarian dilakukan intensif sejak hari pertama, keberadaan korban hingga saat ini masih belum ditemukan.
Dugaan kuat korban terjatuh ke laut diperkuat oleh bukti digital. Rekaman CCTV menunjukkan anomali di mana perahu bergerak dengan kecepatan tinggi namun tidak ada orang di atas kemudi.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa korban mengalami kecelakaan kerja atau terjatuh saat mesin perahu masih dalam kondisi aktif.
Pihak SAR menegaskan akan terus melakukan upaya maksimal dalam batas waktu yang telah ditentukan oleh regulasi.
Sesuai dengan aturan penyelenggaraan operasi SAR, pencarian akan tetap dilakukan selama tujuh hari ke depan.
"Hingga sore hari kedua ini, hasil pencarian masih nihil. Namun, kami berkomitmen untuk terus menyisir area yang telah dipetakan berdasarkan arah arus dan titik benturan terakhir," pungkas Gani. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

