Peresmian Gedung LP Ma’arif NU, Sekda Malang Tekankan Mutu dan Daya Guna Pendidikan

Peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang menegaskan dorongan peningkatan mutu, tata kelola, kolaborasi, serta daya saing pendidikan berbasis dampak sosial masyarakat luas daerah.

03 Jan 2026 - 22:01
Peresmian Gedung LP Ma’arif NU, Sekda Malang Tekankan Mutu dan Daya Guna Pendidikan
Peresmian gedung baru LP Ma’arif NU Kabupaten Malang ditandai pemotongan pita sebagai simbol penguatan tata kelola, mutu, dan daya guna pendidikan Nahdlatul Ulama. (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Peresmian gedung baru Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Malang menjadi momentum strategis penguatan tata kelola pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam mendorong peningkatan mutu, relevansi, dan daya guna pendidikan bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan bahwa NU sejatinya telah memiliki fondasi pendidikan yang kokoh dan berlapis, mulai dari pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi. 

Namun demikian, tantangan ke depan tidak lagi semata pada aspek kelembagaan dan infrastruktur, melainkan pada kualitas kinerja institusi pendidikan dan dampak nyatanya bagi publik.

“Sekarang NU sudah oke. Ada pendidikan perguruan tinggi, ada Universitas Islam Malang. Rata-rata kyainya juga punya pondok pesantren. Tapi ini tetap perlu ditingkatkan lagi,” tegas Budiar Anwar saat menghadiri peresmian gedung LP Ma’arif NU Kabupaten Malang di Kecamatan Pakisaji, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, keberadaan gedung baru harus menjadi pemicu lahirnya kinerja kelembagaan yang lebih produktif dan aplikatif. 

Ia mengingatkan agar lembaga pendidikan tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan mampu mengimplementasikan hasil kajian akademik dan penjaminan mutu secara konkret.

“Banyak perguruan tinggi punya Lembaga Penjaminan Mutu, tapi tidak berdaya. Hasil kajiannya hanya ditumpuk. LP Ma’arif harus bisa menerapkan kajian untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Budiar juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta peningkatan daya saing pendidikan di tingkat nasional hingga global. Ia mencontohkan kerja sama Universitas Islam Malang (Unisma) dengan mitra dari China dalam pengembangan pertanian jagung sebagai bentuk sinergi akademik yang berdampak langsung.

Selain itu, ia mengapresiasi capaian SMK NU Nusa Poncokusumo yang berhasil meraih sertifikasi ISO 21001:2018 di bidang pendidikan.

“ISO 21001:2018 tidak lepas dari manajemen dan sumber daya manusia. Ini membutuhkan capacity building, peningkatan SDM, hingga penguatan organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Amrullah, menegaskan bahwa kemandirian merupakan nilai dasar Ma’arif NU sejak awal berdirinya jam’iyah. Kemandirian tersebut, menurutnya, lahir dari kepercayaan masyarakat yang terus terbangun secara historis dan kultural.

“Kemandirian Ma’arif lahir dari pergerakan masyarakat. Dari kepercayaan itulah akhirnya terbangun kemandirian,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini telah membangun sistem manajemen dan basis data terintegrasi melalui JAMaNU (Jaringan Madrasah Ma’arif NU). Sistem tersebut digunakan untuk memetakan potensi satuan pendidikan, mulai dari tingkat akreditasi, kualitas SDM, hingga kesiapan sekolah menuju standar nasional dan internasional.

“Dari database itu kami tahu sekolah yang potensial untuk naik ke level nasional maupun internasional. Target kami jelas, Ma’arif menuju kelas dunia,” tandasnya.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola pendidikan, LP Ma’arif NU Kabupaten Malang saat ini tengah menuntaskan proses sertifikasi ISO 21001:2018, yang ditargetkan rampung dan diterima pada bulan ini.

Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pendidikan Ma’arif yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing global. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow