Menuju Kemandirian Fiskal, Pemkab Jember Lantik 190 Pejabat Administrator dan Pengawas
Kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, meskipun APBD Jember mengalami tekanan akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
JEMBER, SJP - Bupati Jember, Muhammad Fawait, melantik 190 pejabat Eselon III dan IV bidang administrator dan pengawas, Jumat (23/1/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha tersebut sebagai tindak lanjut perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan ajakan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat daerah untuk bekerja bersama membangun Kabupaten Jember.
“Saya titip bantu saya. Saya tidak bisa kerja sendiri tanpa dibantu semua perangkat yang ada di Kabupaten Jember,” katanya.
Gus Fawait juga menyampaikan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, meskipun APBD Jember mengalami tekanan akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
“Saya yakin kalau ASN bahagia, pasti memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Jember sebaik mungkin,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Jember juga menyampaikan program PETA CINTA yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu, yakni layanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang dilaksanakan langsung di masing-masing kecamatan.
“Jember jadi kabupaten pertama di ujung timur pulau jawa yang memberikan Adminduk di masing-masing kecamatan,” tegas Gus Fawait.
Ia menyebut layanan tersebut merupakan karya ASN Kabupaten Jember dan meminta jajaran kecamatan untuk mengawal pelaksanaannya.
“Saya titip kepada Pak Camat dan perangkatnya, kalau ada kebijakan bagus ini, tolong dikawal. Jangan sampai ada pungli,” tandasnya.
Gus Fawait juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga marwah ASN dengan tidak menurunkan satu pun pejabat eselon II dan III karena faktor politik maupun transisi kepemimpinan.
“Ini sejarah baru di Kabupaten Jember,” bebernya.
Terkait evaluasi jabatan, ia menyatakan bahwa pergeseran jabatan merupakan hal yang wajar karena setiap tiga bulan dilakukan evaluasi kinerja.
Di akhir sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa Kabupaten Jember berada pada jalur pembangunan yang terarah, termasuk di sektor pariwisata, penerbangan rute Jember–Jakarta dan Jember–Bali (PP), serta menuju kemandirian fiskal daerah.
“Kita menuju kemandirian dengan fiskal kita. Progresnya di tahun 2025 sudah ada kenaikan, ada progres yang tidak kecil, sebesar 32 persen PAD naik dengan tidak menaikkan pajak,” ungkapnya.
Ia menegaskan kenaikan PAD tersebut tidak berasal dari kebijakan menaikkan pajak masyarakat.
“Pemkab Jember bisa naikkan PAD tanpa kenaikan pajak kepada rakyat kecil,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

