Menu MBG Ramadan di Gresik Jadi Sorotan Pubilk
Saat momentum ramadan menjadi sorotan publik. Ramai-ramai warga mengadu program MBG itu ke media sosial (medsos), lantaran menu yang didistribusikan tidak masuk diakal.
GRESIK, SJP — Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat momentum ramadan menjadi sorotan publik. Ramai-ramai warga mengadu program MBG itu ke media sosial (medsos), lantaran menu yang didistribusikan tidak masuk diakal.
Pantauan SJP, sejumlah orang tua di medsos mempermasalahkan menu MBG yang menyertakan buah kelapa yang masih utuh agar diambil langsung oleh siswa taman anak-anak (TK).
Di Kecamatan Ujungpangkah, salah satu SPPG membagikan paket menu MBG berupa makanan kering untuk jatah tiga hari berupa dua roti, tiga telur matang, satu bungkus kacang berisi tujuh butir, satu susu UHT, serta buah jeruk dan apel.
Namun sejumlah orang tua mengeluhkan kondisi telur yang dinilai kurang matang dan tidak layak konsumsi.
Keluhan serupa muncul di Kecamatan Driyorejo. Di wilayah ini, menu MBG dibagikan dalam kondisi matang menyerupai takjil, seperti kolak ketan, lumpia, nugget, serta buah jeruk yang dikemas dalam mika plastik tipis.
Sejumlah orang tua mengaku khawatir makanan tersebut tidak dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa. Bahkan, ada yang terpaksa membuang sebagian menu karena dikhawatirkan basi.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim, menegaskan bahwa meski program MBG merupakan program nasional, meski begitu pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik.
"MBG ini program nasional, tapi penerima manfaatnya adalah masyarakat kami. Kami punya kewajiban memastikan program ini sukses dan tidak membahayakan, jangan sampai ada yang sampai keracunan, maka mitigasi harus benar benar dilakukan," ungkap Nurhamim, Jumat (6/3/2026).
Nurhamim menjelaskan, DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan, meskipun tidak secara teknis terlibat dalam operasional program di lapangan.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar segera melapor jika program MBG ini menimbulkan kerugian.
“Walaupun pengawasannya tidak aktif dalam arti teknis, kami setiap saat hadir. Pengawasan kami sifatnya pasif, tapi tetap memantau,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

