Menteri LH Dorong Kota Batu Jadi Motor Circular Economy Berbasis Sampah
TPA Tlekung tak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi memiliki potensi besar dikembangkan sebagai pusat daur ulang dan pengolahan sampah yang bernilai ekonomi.
KOTA BATU, SJP – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut Kota Batu memiliki peluang besar menjadi motor penggerak circular economy berbasis sampah. Hal ini ditegaskan usai dirinya meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat reformasi pengelolaan persampahan di daerah.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI tersebut menyoroti langsung sistem pemilahan sampah yang sudah mulai diterapkan, termasuk pengembangan konsep waste-to-energy sebagai upaya mengubah limbah menjadi energi alternatif.
Menurutnya, TPA Tlekung tak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi memiliki potensi besar dikembangkan sebagai pusat daur ulang dan pengolahan sampah yang bernilai ekonomi.
“TPA Tlekung ini punya potensi luar biasa. Bukan sekadar tempat buang sampah, tapi bisa jadi pusat pengelolaan yang menghasilkan nilai ekonomi. Kalau terus dikembangkan, Batu bisa jadi model nasional pengelolaan sampah berbasis circular economy,” ujarnya pada Jumat (18/7/2025)
"Jadi angkah-langkah awal yang sudah dilakukan Pemkot Batu sudah sejalan dengan visi nasional dalam mengurangi sampah plastik dan emisi karbon. Namun perlunya percepatan transformasi sistem mulai dari penguatan pemilahan di tingkat sumber hingga optimalisasi teknologi pengolahan di hilir," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, ia mendorong agar Kota Batu tak hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan juga melibatkan sektor swasta dan masyarakat secara aktif agar sistem pengelolaan sampah bisa lebih berkelanjutan dan efisien.
“Kuncinya kolaborasi. Tanpa itu, program sebesar apa pun tidak akan berdampak maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan kesiapannya menindaklanjuti arahan Menteri LH. Ia menyebut, komitmen Kota Batu tak hanya berhenti pada pengelolaan teknis, tapi juga integrasi isu lingkungan dalam seluruh sektor pembangunan daerah, khususnya pariwisata.
“Kami sadar tantangan utama kota wisata salah satunya adalah sampah. Karena itu, kami jadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari transformasi kebijakan menuju pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Nurochman.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, ia optimistis Kota Batu bisa menjadi daerah percontohan dalam reformasi tata kelola sampah, sekaligus mengangkat potensi ekonomi dari sektor yang selama ini dianggap sebagai beban. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

