Menikmati Kopi Madu Khas Gumitir, Inovasi Unik dari Dataran Tinggi di Jember
Kopi madu khas Gumitir Jember menjadi daya tarik baru bagi pecinta kopi. Racikan kopi robusta dan madu ini hanya dapat ditemukan di kafe lereng Pegunungan Gumitir, lengkap dengan wisata edukasi perkebunan kopi.
JEMBER, SJP - Di kawasan lereng Pegunungan Gumitir, Jawa Timur, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, hadir sebuah inovasi menarik dalam dunia kopi. Di tempat ini, bukan hanya kopi biasa yang disajikan, melainkan olahan khas bernama kopi madu yang kini menjadi daya tarik baru bagi para penikmat kopi.
Kopi madu ini diracik menggunakan biji kopi robusta berkualitas yang diseduh dengan tambahan madu pilihan hasil produksi masyarakat sekitar. Kafe yang menyajikan kopi madu tersebut berada di kawasan pegunungan yang menjadi perbatasan Kabupaten Jember dan Banyuwangi.
Menariknya, sebelum menikmati sajian kopi madu, para-pengunjung juga berkesempatan melihat langsung perkebunan kopi yang letaknya tidak jauh dari kafe. Momen ini bertepatan dengan musim panen sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses budidaya kopi.
Para pengelola kafe yang telah berpengalaman di bidang kopi akan mendampingi para pengunjung berkeliling area perkebunan dengan menggunakan kereta kecil buatan lokal. Selain itu, mereka juga memberikan penjelasan seputar proses produksi kopi, mulai dari tahap awal hingga menjadi produk siap konsumsi.
Alfi Diana, salah satu pengunjung asal Lumajang, menyampaikan pengalamannya saat berkunjung ke kafe tersebut. Ia mengaku baru pertama kali menikmati sajian kopi madu sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai proses pengolahan kopi.
“Di sini kan kopinya memang jenis robusta lalu dicampur dengan madu. Seperti rasa kopi arabika ada kecut pahitnya. Ini baru pertama kali, dan rasanya enak kombinasinya pas,” ungkap Alfi.
Kopi madu khas Gumitir ini pertama kali diracik oleh Alimin, selaku manajer kebun PTPN 1 Regional 4 Kebun Gunung Gumitir. Pada tahun 2014, Alimin berhasil memadukan madu dengan kopi robusta sehingga menghasilkan rasa khas yang tidak ditemukan di daerah lain.
“Madu ini pilihan yang punya rasa acid, sehingga muncul perpaduan antara kopi dan madu yang sangat khas. Ini kopi robusta, tetapi mirip dengan kopi arabika, tetapi karakter rasa asamnya sangat melekat di lidah,” ujarnya.
Satu cangkir kopi madu dihargai Rp 30.000, sedangkan jenis kopi lainnya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 45.000.
“Peminat kopi madu cukup banyak, berangkat dari penasaran akhirnya kopi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” papar Alimin.
Kafe yang berada di kawasan Gunung Gumitir ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Bagi pecinta kopi, tempat ini dapat menjadi pilihan untuk merasakan sensasi berbeda dalam menikmati kopi.(**)
sumber : beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

