Menerjang Ombak Besar, Tim SAR Cari Dua Saudara yang Hilang di Pantai Payangan Jember
Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu mencari dua saudara kandung yang hilang terseret ombak di Pantai Sruni, Payangan, Jember. Operasi pencarian masih berlangsung.
JEMBER, SJP – Operasi pencarian besar-besaran tengah berlangsung di pesisir Pantai Sruni, Payangan, Jember. Hingga Minggu (31/5) siang ini, tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir titik-titik perairan tempat dua bersaudara, Barokatul Hidayat (27) dan Rivki Abdullah (22), dilaporkan hilang terseret ombak besar sejak Sabtu (30/5) siang.
Harapan keluarga kini tertumpu sepenuhnya pada keberhasilan tim di lapangan.
Sejak semalam hingga saat ini, personel gabungan—terdiri dari Polsek Ambulu, Polairud, Babinsa, dan tim SAR Rimba Laut—terus bergerak melakukan penyisiran. Fokus utama tim adalah memetakan arus bawah laut di lokasi kejadian yang dikenal cukup berbahaya.
Kapolsek Ambulu, AKP Solikhan Arief, menegaskan bahwa pencarian tidak akan berhenti meskipun tantangan arus pesisir selatan yang kuat terus menghambat pergerakan tim di lapangan.
“Pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Kami menyisir area di sekitar titik korban terseret. Seluruh personel gabungan, termasuk relawan, dikerahkan untuk melakukan observasi perairan seoptimal mungkin,” ujar Solikhan, Minggu (31/5).
Kejadian nahas yang menimpa warga asal Desa Suci, Kecamatan Panti ini bermula saat keduanya tengah berenang di area pantai, Sabtu (30/5) pukul 13.00 WIB. Kesaksian nelayan setempat mengungkap betapa cepatnya musibah terjadi; ombak besar datang mendadak dan langsung menarik tubuh kedua korban ke tengah laut.
Upaya penyelamatan oleh warga dan nelayan di lokasi sempat dilakukan, namun besarnya gelombang membuat bantuan tak sempat menjangkau korban. Saat ini, tim gabungan masih berpacu dengan waktu, mengingat kondisi perairan pesisir selatan yang dinamis dan berisiko tinggi.
“Kami mohon doa dan kerja sama masyarakat agar proses pencarian ini membuahkan hasil. Tim di lapangan saat ini sedang berupaya semaksimal mungkin untuk terus menyisir area yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban,” pungkas Solikhan.
What's Your Reaction?

