Menelusur Sejarah Jalur Kereta Api di Probolinggo

Sarat sejarah, kini Stasiun Probolinggo termasuk dalam jajaran stasiun penting di Jawa Timur.

12 Nov 2023 - 18:30
Menelusur Sejarah Jalur Kereta Api di Probolinggo
Bangunan Stasiun Probolinggo, merupakan sisa arsitektur Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. (Foto: Armandsyah/SJP.com)

Kota Probolinggo, SJP - Sebelum dijuluki sebagai kota transit, Probolinggo jaman dulu merupakan salah satu kota pelabuhan yang penting.

Hal itu bisa dilihat dari jejak sejarah yang tersimpan pada Stasiun Probolinggo, Jawa Timur.

Stasiun Probolinggo, berada di ketinggian 5 meter diatas permukaan laut.

Terletak di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, lokasinya satu kompleks dengan Alun-alun.

Ditarik garis lurus, persis di sebelah utara stasiun, ada Pelabuhan Tanjung Tembaga lama, yang dikelola oleh Pelindo III. 

Stasiun ini merupakan stasiun kelas I, di bawah kendali PT. Kereta Api Indonesia Daop 9 Jember.

Di masa kolonial, peran stasiun Probolinggo sangat penting sebagai penghubung antara wilayah barat Jawa Timur, dengan wilayah tapal kuda Jatim.

“Dahulu di Probolinggo ini tak hanya ada stasiun itu (Stasiun Probolinggo), tapi di sekitar Kelurahan Jati, ada stasiun kecil. Lengkap dengan menara air atau dahulu disebut ‘tetesan’,” ujar salah satu warga setempat, Samsul Arifin, Minggu (12/11/2023).

Masa kecil Samsul sendiri, banyak dihabiskan di sekitar ‘tetesan’ Jati itu.

Fungsi menara air di tempat itu, untuk mengisi air pada kereta uap yang sempat dioperasikan kala itu.

Bangunan Stasiun Probolinggo, disebut dalam berbagai literasi, dibangun pada 1844 hingga 1895. Pembangunan dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan asing milik Pemerintah Hindia Belanda.

Selanjutnya, stasiun resmi beroperasi pada 3 Maret 1984. Stasiun ini menjadi mega proyek penghubung jalur kereta bagian timur, di Pulau Jawa.

Lebih lanjut, Samsul menuturkan, dari stasiun Jati, ada jalur kereta ke arah timur. Melewati tepi laut pesisir Bentar, sampai ke Kraksaan, yang kini berada di bawah wilayah Administrasi Kabupaten Probolinggo.

Dari Kraksaan, kemudian diteruskan ke beberapa lokasi lain. Pada 1897, ada pembangunan jalur ke Pelabuhan Kalibuntu dan Paiton. Pembangunan itu selesai pada 1898.

Namun saat ini, stasiun Jati sampai ke timur, wilayah Kraksaan, sudah tidak ada jalur kereta lagi. Tidak diketahui pasti, kapan terputusnya jalur tersebut.

“Waktu jalur itu masih beroperasi, juga ada trem uap. Tempat mengisi airnya ya di Jati sini,” jelas lelaki 69 tahun ini.

Peran stasiun ini, juga berkaitan dengan transportasi dari dan ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Sehingga bisa disebut, kala itu merupakan masa kejayaan Probolinggo menjadi kota pelabuhan yang ramai.

Bersanding dengan sejumlah kota pelabuhan lain di Jawa. Seperti Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya dan Tanjung Mas di Semarang.

Kini Stasiun Probolinggo termasuk dalam jajaran stasiun penting di Jawa Timur. 

Fungsi utama adalah mengangkut wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow