Melawan Senyap Kanker di Tulungagung, 1.400 Kasus Terdeteksi
Berdasarkan data kumulatif hingga Februari 2026, terdapat 984 kasus kanker payudara, disusul 278 kasus kanker serviks, 113 kasus kanker kolorektal (usus), dan 92 kasus kanker paru.
TULUNGAGUNG, SJP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung merilis data mengejutkan tepat pada peringatan Hari Kanker Sedunia, Rabu (4/2/2026).
Tercatat, lebih dari seribu warga di wilayah tersebut kini tengah berjuang melawan berbagai jenis kanker, dengan kanker payudara menempati urutan tertinggi.
Berdasarkan data kumulatif hingga Februari 2026, terdapat 984 kasus kanker payudara, disusul 278 kasus kanker serviks, 113 kasus kanker kolorektal (usus), dan 92 kasus kanker paru.
Angka ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit tidak menular yang mematikan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menegaskan bahwa peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini yang bertema Bersatu dalam Keunikan harus menjadi momentum kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, kanker bukan sekadar problem medis, melainkan tantangan sosial yang memerlukan dukungan sistematis.
"Pengobatan kanker adalah perjalanan panjang yang menguras biaya, fisik, dan mental. Oleh karena itu, kunci utama menekan angka fatalitas adalah deteksi dini atau skrining awal," ujar Desi saat mengunjungi pasien di RSUD dr. Iskak Tulungagung bersama Direktur RSUD, dr. Zuhrotul Aini.
Dinkes memberikan perhatian khusus pada kanker serviks dan payudara yang menjadi momok bagi kaum perempuan.
Desi memaparkan bahwa teknologi medis saat ini telah memungkinkan deteksi sangat awal melalui metode yang sederhana dan akurat.
"Untuk kanker serviks, masyarakat bisa memanfaatkan tes IVA dan pemeriksaan HPV DNA. Sementara untuk kanker payudara, terdapat pemeriksaan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) oleh tenaga medis," imbuhnya.
Guna menekan angka kasus stadium lanjut, Pemkab Tulungagung menggratiskan layanan skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Layanan ini tersedia di 32 puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Tulungagung. Program CKG tidak hanya menyasar kanker perempuan, tetapi juga mencakup deteksi dini kanker paru dan kolorektal.
Pemerintah berharap masyarakat, khususnya wanita usia subur, tidak lagi menunda pemeriksaan rutin. Deteksi pada stadium awal terbukti secara klinis meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan dibandingkan penanganan pada stadium lanjut.
Melalui langkah preventif dan edukasi masif ini, Dinkes Tulungagung menargetkan penurunan angka mortalitas kanker serta peningkatan kualitas hidup para penyintas di masa depan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

