Media Sosial Bikin Stres? Berikut Cara Atasi Tekanan
Detoks media sosial dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Caranya dengan membatasi waktu penggunaan, memantau durasi harian, dan mematikan notifikasi.
SUARAJATIMPOST.COM—Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, tidak sedikit orang yang justru merasa stres atau tertekan karena terlalu banyak berinteraksi di dunia maya.
Menurut psikolog Joice Manurung, seperti dikutip dari detikHealth, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif ini adalah dengan melakukan detoks media sosial, yaitu mengambil jeda dari penggunaannya.
Meski tidak ada aturan pasti berapa lama detoks ini harus dilakukan, langkah ini terbukti dapat memberikan efek positif bagi kesejahteraan mental.
Beberapa Cara Efektif untuk Mengurangi Ketergantungan pada Media Sosial:
Tetapkan Batas Waktu Harian
Tidak perlu berhenti sepenuhnya dari media sosial, tapi mulailah dengan membatasi waktu aksesnya—misalnya hanya 30 menit per hari. Kebiasaan ini dapat membantu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan konsentrasi.
Awasi Waktu Pemakaian
Gunakan fitur screen time di ponsel untuk melihat berapa lama kamu menghabiskan waktu di media sosial setiap harinya. Dari situ, kamu bisa mulai mengevaluasi apakah sudah saatnya mengurangi durasi pemakaian.
Nonaktifkan Notifikasi
Salah satu pemicu utama untuk terus membuka media sosial adalah notifikasi yang muncul. Dengan mematikan pemberitahuan, kamu bisa mengurangi dorongan untuk selalu merespons pesan atau komentar, dan ini membantu mengurangi kecanduan digital secara perlahan.
Mengambil waktu untuk beristirahat dari media sosial bisa menjadi langkah awal untuk mengelola stres, mengurangi rasa cemas, dan memperbaiki pola tidur. Jika kamu merasa mulai terlalu bergantung pada dunia maya, tidak ada salahnya mencoba rehat sejenak dan merasakan perubahan positif yang mungkin selama ini terlewatkan. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

