Mayat Terbungkus Kardus Gegerkan Warga Banyuurip Gresik

Warga Desa Banyuurip, Gresik, digegerkan temuan mayat tanpa identitas, terbungkus kardus di semak-semak. Polisi selidiki dan evakuasi korban ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan autopsi.

27 Jul 2025 - 13:02
Mayat Terbungkus Kardus Gegerkan Warga Banyuurip Gresik
Penampakan mayat terbungkus kardus di Jalan Raya Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik. (Foto: istimewa)

GRESIK, SJP — Warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, geger Ahad (27/7/2025). Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan terbungkus kardus, dililit plester dan plastik, di semak-semak pinggir jalan raya desa setempat. Penemuan tragis ini langsung menyedot perhatian aparat dan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kardus berwarna cokelat itu berisi plastik yang terikat tali rafia hitam, dan di dalamnya terdapat sesosok mayat. Mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan itu kuat dugaan sengaja dibuang di tepi jalan Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik, dengan maksud menghilangkan jejak.

Di tempat kejadian perkara (TKP), garis police line langsung terpasang, mengamankan area. Temuan mayat yang diduga perempuan itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi tersebut. Saksi tak menyangka akan menemukan pemandangan mengerikan itu di tengah aktivitas rutinnya.

Saat dikonfirmasi terkait penemuan mayat terbungkus kardus ini, Kapolsek Kedamean Iptu Ekwan Hudin membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah mengamankan lokasi dengan memasang garis police line untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk dan merusak TKP.

"Benar, pihak kami bersama tim identifikasi Polres Gresik masih melakukan olah TKP," papar dia.

Dia menambahkan, untuk sementara ini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh kepolisian. Korban sendiri sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut. Proses identifikasi dan pencarian penyebab kematian sedang diupayakan.

"Sudah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan autopsi," pungkasnya. Proses autopsi ini diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian dan petunjuk lain terkait identitas korban serta pelaku pembuangan mayat. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow