Masuki Musim Hujan, Progres Pembangunan Bengawan Jero Lamongan Capai 50 Persen

Pembangunan Bengawan Jero habiskan dana sekitar 60 milyar yang berasal dari sepertiga APBD Pemkab Lamongan serta dua pertiga dari Pemprov Jawa Timur diharapkan tanggulangi banjir Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan.

30 Nov 2023 - 10:00
Masuki Musim Hujan, Progres Pembangunan Bengawan Jero Lamongan Capai 50 Persen
Sekertaris PU SDA Jawa Timur Fauzi disaat monitoring bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Pengelolaan Sumber Daya Air Kuro, Lamongan.( Foto ; Dok /Atmo)

Kabupaten Tuban,SJP- Proyek penanganan Bengawan Joro yang dimulai sejak  awal Oktober kini progres pembangunannya capai 50 persen, Kamis (30/11/2023). 

“Pekerjaan yang dilakukan sampai hari ini sekitar hampir 50 persen. Karena 70 persen kegiatan adalah di pengadaan pompa air dan genset yang diperkirakan awal bulan Desember sudah datang dan bisa disetting,” ungkap Sekertaris PU SDA Jawa Timur Fauzi 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi katakan penambahan dua buah pompa berkapasitas 3000 liter/detik di UPT Kuro akan bakal tingkatkan kapasitas hingga 10.000 liter/detik .

Dengan kapasitas tersebut, menurut pria yang akrab disapa pak Yes ini dapat kurangi potensi banjir.

“Ketika banjir kemarin, ini menjadi persoalan karena pintu Kuro ini belum bisa berjalan secara maksimal. Dengan pembangunan ini setidaknya yang biasanya kita lakukan, dengan Pintu Kuro dengan pompa air di sini, kita bisa membuang 3.000 - 4.000 m³. Dengan pembangunan ini insyaallah bisa 10.000 m³,” kata Bupati Yes.

Proyek yang ditargetkan akan rampung pada 20 Desember tersebut, meliputi rehab pintu air, pembangunan rumah genset pompa Kuro, dan penambahan dua buah pompa kapasitas 3000 liter/detik..

Bupati Yes berharap, proyek gabungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut mampu tanggulangi banjir Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan. 

“Ada beberapa yang akan diperbaiki, sehingga ini berfungsi dengan baik. Apa yang kita harapkan itu, bisa mengurangi genangan di Kabupaten Lamongan, sekaligus untuk menampung air ketika menampung air saat musim hujan,” imbuhnya.

Selain itu, proyek yang habiskan dana sekitar 60 milyar yang berasal dari sepertiga APBD Pemkab Lamongan serta dua pertiga dari Pemprov Jawa Timur. Akan menjadi sumber pengairan bagi para petani didesa-desa sekitar. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow