Mahasiswa dan Buruh Unjuk Rasa di Kota Blitar, Gaji dan Pesangon tidak Dibayar selama 3 Tahun
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, mahasiswa dan buruh menggelar aksi demontsrasi di depan kantor wali kota Blitar dan DPRD Kota Blitar
KOTA BLITAR, SJP — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Blitar diwarnai dengan aksi unjuk rasa oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan para buruh, Kamis (1/5/2025).
Puluhan massa aksi yang terdiri dari mahasiswa bersama perwakilan buruh pabrik rokok PT Bokor Mas dan PT Pura Perkasa Jaya secara bergantian berorasi menyampaikan tuntutan. Mereka menggelar aksi teatrikal dan membacakan puisi tentang nasib buruh.
Ningsih, perwakilan buruh dari PT Bokor Mas dan PT Pura Perkasa Jaya menyampaikan tuntutan kepada Pemkot Blitar tentang hak pesangon dan hak gaji buruh yang belum dibayarkan selama tiga tahun setelah operasional pabrik ditutup dan dinyatakan pailit oleh pengadilan.
"Mewakili karyawan PT Pura dan PT Bokor meminta tolong kepada Pemkot Blitar, agar hak-hak yang belum dipenuhi sebesar 75 persen oleh perusahaan, bisa segera dibayarkan," ujarnya, Kamis (1/5/2025).
Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Vita Neriza mengaku prihatin dengan kondisi kesejahteraan buruh di Kota Blitar. Khususnya, nasib buruh pabrik rokok PT Bokor Mas dan PT Pura Perkasa Jaya yang sampai saat ini tak ada kejelasan dan belum menerima haknya sebesar 75 persen.
Dia meminta Pemkot Blitar dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar harus memberikan perhatian lebih kepada para buruh. Pasalnya, buruh merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
"Ada beberapa hal yang belum dibayarkan, dan itu mengusik hati nurani kita," kata dia.
Massa aksi ditemui oleh Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim. Kemudian di depan Kantor Wali Kota Blitar, mereka ditemui oleh Kepala Bakesbangpol Kota Blitar Toto Robandiyo dan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar Juyanto. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

