LPH UIN Malang Dipercaya Audit Halal Enam Perusahaan di Tiongkok
LPH UIN Malang dipercaya mengaudit enam perusahaan di Tiongkok hingga memperoleh sertifikat halal, memperkuat reputasi Indonesia dalam layanan audit halal global.
MALANG, SJP–Kepercayaan industri internasional terhadap kompetensi auditor halal Indonesia kembali menguat. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menuntaskan audit halal terhadap enam perusahaan di Tiongkok hingga seluruhnya memperoleh sertifikat halal yang diterbitkan pada Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi langkah strategis LPH UIN Malang dalam memperluas layanan pemeriksaan halal di tingkat global. Keberhasilan itu sekaligus mencerminkan komitmen lembaga dalam menghadirkan layanan audit yang profesional, kredibel, dan memenuhi standar halal internasional.
Keberhasilan tersebut juga didukung sinergi dengan Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terus memperkuat jejaring kemitraan internasional sekaligus mengembangkan layanan profesional universitas kepada berbagai mitra industri dunia.
Enam perusahaan yang telah menyelesaikan proses audit halal meliputi Shandong Nanshan Aluminum Co., Ltd. yang bergerak di bidang industri kemasan berbahan aluminium, Guangxi Fengtang Biochemical Co., Ltd. (Fengsan Sugar Refinery), Guangxi Fengtang Luocheng Sugar Manufacturing Co., Ltd., Guangxi Fengtang Liutang Sugar Manufacturing Co., Ltd., dan Guangxi Fengtang Luzhai Sugar Manufacturing Co., Ltd. yang bergerak di sektor industri gula, serta Inner Mongolia Shuangxin Environment-Friendly Material Co., Ltd. sebagai produsen bahan baku Polyvinyl Alcohol (PVA).
Audit dilakukan secara komprehensif dengan memeriksa bahan baku, fasilitas produksi, tahapan proses produksi, sistem sanitasi, implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga verifikasi dokumen pendukung. Tim auditor juga melakukan penelusuran proses produksi (traceability) serta wawancara dengan manajemen perusahaan guna memastikan seluruh tahapan telah memenuhi ketentuan halal yang berlaku.
Auditor LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ryanda Suvitra Hadinata, mengatakan proses audit dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan ketelitian agar seluruh aspek produksi dapat diverifikasi secara menyeluruh.
"Pelaksanaan audit dilakukan dengan prinsip objektivitas dan ketelitian untuk memastikan kesesuaian antara dokumen, bahan baku, serta proses produksi yang diterapkan oleh perusahaan," jelasnya.
Menurut Ryanda, keterbukaan dan komitmen seluruh perusahaan selama proses audit menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran pemeriksaan hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai ketentuan.
"Kami mengapresiasi keterbukaan dan komitmen seluruh perusahaan selama proses audit berlangsung, sehingga seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan baik hingga sertifikat halal diterbitkan," ujarnya.
Keberhasilan audit terhadap enam perusahaan tersebut semakin mempertegas kompetensi auditor halal Indonesia di tingkat internasional. Tidak hanya menyasar sektor pangan, ruang lingkup audit juga mencakup industri pendukung, seperti bahan kemasan dan bahan baku yang memiliki keterkaitan dengan rantai pasok produk halal global.
Peran P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut menjadi bagian penting dalam memperluas kerja sama internasional sekaligus membuka akses layanan halal kepada berbagai mitra industri global. Sinergi antara P2B dan LPH diharapkan semakin memperkokoh kontribusi UIN Malang dalam pengembangan ekosistem industri halal dunia.
Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Suud Fuadi, menilai capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan halal sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
"Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan halal dan memperluas kerja sama internasional," terangnya.
Menurutnya, kolaborasi antara P2B dan LPH akan terus diperkuat agar semakin banyak pelaku industri dunia memanfaatkan layanan audit halal dari UIN Malang.
"Melalui sinergi antara P2B dan LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kami berharap semakin banyak pelaku industri global yang mempercayakan proses audit halal kepada LPH UIN Malang. Hal ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat ekosistem halal dunia serta menghadirkan jaminan produk halal yang terpercaya bagi masyarakat," pungkasnya. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

