Longsor dan Pohon Tumbang di Lawang Malang Tewaskan Satu Orang

Korban meninggal dunia akibat gagal napas serta luka parah pada kaki, dada, dan kepala yang diakibatkan oleh reruntuhan tembok kamar mandi dan batang pohon.

06 Dec 2025 - 13:00
Longsor dan Pohon Tumbang di Lawang Malang Tewaskan Satu Orang
Petugas kepolisian saat mendatangi lokasi kamar mandi umum yang hancur setelah pohon beringin raksasa tumbang dan tewaskan satu orang. (Foto: Dok. Polsek Lawang for SJP)

MALANG, SJP — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Kamis (04/12/2025) hingga Jumat (05/12/2025) memicu tanah longsor dan merobohkan sebuah pohon beringin raksasa di Dusun Pakutukan, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, pada Sabtu (06/12/2025) pagi.

Selain menyebabkan dua warga yang tengah berada di dalam kamar mandi sempat terjebak reruntuhan dan satu di antaranya dilaporkan tewas, pohon beringin tersebut juga menghancurkan fasilitas umum berupa kamar mandi umum atau sumber air. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pohon beringin yang roboh memiliki diameter antara 150 hingga 200 sentimeter dengan tinggi mencapai 30 sampai 40 meter.

Dugaan sementara, pohon itu roboh akibat tanah longsor atau struktur tanah yang tidak kuat menahan beban pohon. 

"Pohon beringin itu roboh akibat struktur tanah yang tidak mampu lagi menahan beban setelah diguyur hujan berhari-hari," kata Sadono, Sabtu (06/12/2025).

Dua korban diidentifikasi berinisial NR (56) dan EW (40), warga setempat. Ia tertimpa bangunan kamar mandi yang telah remuk akibat tertimpa material pohon raksasa tersebut. Keduanya saat itu sedang mencuci pakaian. 

"Korban sempat terjebak di dalam bangunan sebelum akhirnya dievakuasi bersama unsur terkait dan warga," imbuh Sadono.

Satu korban, NR, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka. Sementara, korban EW selamat. Akses jalan dan fasilitas umum lain di sekitar lokasi dilaporkan tetap aman.

Laporan terkait kejadian ini diterima oleh Polsek Lawang pada pukul 06.30 WIB dari perangkat desa setempat, Bambang Sulistiyo. 

Kapolsek Lawang, AKP Lutfi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden bencana alam yang tewaskan satu orang. 

Menurut keterangan polisi, korban meninggal dunia akibat gagal napas serta luka parah pada kaki, dada, dan kepala yang diakibatkan oleh reruntuhan tembok kamar mandi dan batang pohon.

Menurut keterangan yang dihimpun dari saksi, AKP Lutfi menerangkan bahwa korban NR sempat masuk ke kamar mandi setelah mendengar suara pohon akan tumbang, sebelum akhirnya tertimpa material pohon dan bangunan.

"Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah," pungkas kapolsek. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow