Libur Nataru dalam Bayang Cuaca Ekstrem, 308 Personel Gabungan di Blitar Disiagakan

Fokus utama petugas adalah menjamin keamanan rumah ibadah, pusat keramaian, serta keselamatan di kawasan destinasi wisata.

17 Dec 2025 - 09:00
Libur Nataru dalam Bayang Cuaca Ekstrem, 308 Personel Gabungan di Blitar Disiagakan
Polres Blitar saat menggelar rapat lintas sektor sebagai kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025. (Foto: Istimewa)

BLITAR, SJP — Kepolisian Resor (Polres) Blitar memantapkan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Mapolres Blitar, Rabu (17/12/2025). 

Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan kondusivitas wilayah melalui gelaran Operasi Lilin Semeru 2025.

Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. 

Fokus utama petugas adalah menjamin keamanan rumah ibadah, pusat keramaian, serta keselamatan di kawasan destinasi wisata.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, menegaskan bahwa Operasi Lilin Semeru tahun ini memiliki tantangan spesifik, terutama terkait faktor alam dan mobilitas massa.

"Potensi kerawanan yang kami antisipasi meliputi kepadatan arus lalu lintas, lonjakan aktivitas wisata, hingga ancaman cuaca ekstrem akibat musim penghujan. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci mitigasi gangguan kamtibmas," ujar AKBP Arif.

Untuk mendukung operasi ini, sebanyak 308 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan. Ratusan personel tersebut akan tersebar di berbagai pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di titik-titik krusial Kabupaten Blitar dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Dalam paparan situasi wilayah, sektor logistik seperti ketersediaan bahan pokok dan BBM di Kabupaten Blitar dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, otoritas keamanan memberikan perhatian khusus pada jalur menuju kawasan wisata, terutama wilayah pesisir pantai selatan yang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan.

Selain jalur darat, keamanan di titik penyeberangan Sungai Brantas juga menjadi prioritas. Seluruh instansi terkait telah sepakat untuk mengoperasikan posko siaga 24 jam guna memantau perkembangan situasi secara berkala.

Senada dengan itu, Bupati Blitar Rijanto menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tetap dalam posisi siaga penuh mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami menekankan pentingnya pengamanan objek wisata dan pemantauan stabilitas harga bahan pokok. Melalui sinergi ini, kami berharap perayaan Nataru di Kabupaten Blitar berjalan aman dan kondusif, sehingga wisatawan dapat berlibur dengan nyaman," tutup Rijanto. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow