Lestarikan Tradisi Nelayan, Pelajar di Gresik Berlomba Mencari Kerang di Pesisir
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya aktif sekolah dalam melestarikan tradisi lokal yang muncul saat musim Baratan tiba.
GRESIK, SJP — Ratusan pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khoiriyah 2, Dusun Mulyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berpartisipasi dalam lomba unik mencari kerang di pesisir laut yang tengah surut, Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya aktif sekolah dalam melestarikan tradisi lokal yang muncul saat musim Baratan tiba.
Musim Baratan, atau angin barat, merupakan periode tahunan ketika kondisi perairan menjadi ekstrem. Angin kencang dan gelombang tinggi memaksa para nelayan pesisir untuk tidak melaut mencari ikan. Akibatnya, mereka secara turun-temurun beralih profesi sementara, yaitu mencari kerang di lumpur pantai saat air surut sebagai sumber pendapatan alternatif bagi keluarga.
Perlombaan ini juga melibatkan sejumlah wali murid, menunjukkan dukungan komunal terhadap pelestarian budaya mata pencaharian setempat.
Kepala Sekolah MI Al Khoiriyah 2, Arif Rohman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ini memiliki tujuan utama sebagai edukasi bagi siswa mengenai kearifan lokal dan budaya warga Dusun Mulyorejo, Kecamatan Panceng.
"Tujuannya diadakan lomba mencari kerang ini untuk melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo yang mencari kerang saat angin barat (musim baratan)," kata Arif, Senin (15/12/2025).
Arif menerangkan, konsep hadiah dalam lomba ini dirancang khusus untuk memperkuat nilai-nilai budaya bahari.
Pemenang tidak hanya mendapatkan uang tunai sebagai hadiah utama, tetapi juga berhak membawa pulang ikan kerapu, yang merupakan ikon tangkapan laut kebanggaan nelayan setempat.
"Jadi konsepnya cari kerang dapat ikan kerapu. Pemenangnya dapat ikan kerapu dan uang tunai. InsyaAllah nanti akan dilaksanakan setiap tahun di musim baratan," jelasnya.
Lutfi, salah satu siswa yang mengikuti lomba, mengaku gembira dapat terlibat langsung dalam upaya pelestarian budaya di dusunnya.
"Senang sekali ya bisa ikut melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo. Walaupun sedikit susah-susah gampang waktu mencari kerangnya," ujar Lutfi.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para wali murid yang turut berpartisipasi. Mereka menyambut baik kegiatan ini, mengingat hasil kerang yang mereka kumpulkan dapat langsung diolah dan dimasak untuk konsumsi keluarga di rumah, memberikan nilai tambah ganda dari sebuah kegiatan pelestarian tradisi.
Inisiatif MI Al Khoiriyah 2 ini menjadi contoh konkret bagaimana lembaga pendidikan berperan aktif dalam menjaga dan mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi muda di tengah tantangan modernisasi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

