Lengah Siang Hari, Sapi Milik Warga Probolinggo Dicuri

Seekor sapi jantan milik Ahmad Fauzi, warga Kedopok, Kota Probolinggo, hilang pada siang hari saat ditambatkan di luar kandang. Pelaku diduga sudah memantau situasi sebelum beraksi.

14 Jan 2026 - 21:01
Lengah Siang Hari, Sapi Milik Warga Probolinggo Dicuri
Korban tunjukan lokasi sapinya yang hilang. (Foto: Rizky Putra/SJP).

PROBOLINGGO, SJP - Aksi pencurian hewan ternak kembali meresahkan warga di wilayah hukum Kota Probolinggo. Kali ini, musibah menimpa Ahmad Fauzi (40), seorang warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok.

Seekor sapi jantan lokal miliknya dilaporkan raib digondol pencuri pada Selasa sore, 13 Januari 2026. Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekira pukul 15.00 WIB, saat kondisi lingkungan sekitar sedang lengang dan pengawasan terhadap hewan ternak sedang longgar.

Kronologi hilangnya hewan ternak tersebut bermula saat sapi sedang ditambatkan di luar kandang, tepatnya di sebuah pohon yang berada di area belakang rumah korban. Metode menambatkan sapi di luar kandang pada siang hari merupakan rutinitas yang lazim dilakukan oleh keluarga Ahmad Fauzi agar hewan tersebut bisa mendapatkan udara segar dan sinar matahari.

Namun, kebiasaan ini justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang nampaknya telah memantau situasi di lokasi kejadian.

Hilangnya sapi tersebut pertama kali disadari oleh saudara korban. Rasa curiga muncul ketika saksi melihat area tempat penambatan sapi sudah dalam keadaan kosong. Menyadari ada yang tidak beres, Ahmad Fauzi bersama kerabatnya segera melakukan upaya pencarian mandiri.

Mereka mencoba melacak keberadaan pelaku dengan mengikuti jejak kaki sapi yang tertinggal di tanah. Jejak tersebut sempat terlihat mengarah ke area lahan jagung di sekitar pemukiman. Namun, harapan untuk menemukan kembali hewan tersebut pupus setelah jejak kaki sapi menghilang secara misterius saat mencapai jalan aspal di sebelah barat rumah korban.

"Besar kemungkinan pelaku langsung menaikkan sapi curian tersebut ke atas kendaraan angkut," kata Ahmad Fauzi saat ditemui, Rabu (14/1/2026) siang.

Keluarga korban menduga kuat bahwa pelaku sengaja memilih waktu pencurian yang bertepatan dengan hari pasaran di Pasar Hewan Wonoasih.

Strategi ini dianggap sangat cerdik karena pada hari tersebut, lalu lalang warga yang membawa atau mengangkut sapi di jalan raya merupakan pemandangan yang biasa dan tidak akan mengundang kecurigaan masyarakat sekitar.

Saat kejadian berlangsung, rumah korban juga dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang beraktivitas di luar, termasuk mencari rumput untuk pakan ternak.

Akibat kejadian ini, keluarga Ahmad Fauzi mengalami kerugian finansial yang cukup besar.

"Sapi ini saya beli delapan bulan lalu seharga Rp13 juta. Kini diperkirakan memiliki nilai jual lebih dari Rp15 juta di pasaran," imbuhnya.

Meskipun pihak korban belum melayangkan laporan secara formal ke kantor polisi, aparat kepolisian dari sektor setempat dilaporkan telah mendatangi lokasi kejadian pada Senin malam untuk melakukan olah TKP awal dan mengumpulkan keterangan dari para saksi guna penyelidikan lebih lanjut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow