Kurban 5 Sapi, Iduladha 1447 H Jadi Momen STIESIA Surabaya Perkuat Solidaritas dengan Warga Sekitar

STIESIA dibawah naungan Perpendiknas menyalurkan daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram yang dibagikan dalam 600 paket dengan berat kurang lebih 0,75 kilogram daging kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA.

27 May 2026 - 18:29
Kurban 5 Sapi, Iduladha 1447 H Jadi Momen STIESIA Surabaya Perkuat Solidaritas dengan Warga Sekitar
Penyerahan hewan kurban di halaman Masjid Al Hikmah STIESIA Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Iduladha tak selalu hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Di balik gema takbir dan prosesi ibadah, ada nilai lain yang terus dijaga, yakni kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antarsesama. 

Semangat itulah yang tampak dalam pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban Iduladha 10 Zulhijah 1447 H / 2026 M di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA), Rabu (27/5/2026).

Mengusung tema “Kurban Sebagai Aspek Spiritual dan Kepedulian Sosial”, kegiatan yang digelar di halaman Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya itu menjadi momentum kampus untuk memperkuat solidaritas dengan masyarakat sekitar. 

Tahun ini, keluarga besar Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) yang menaungi STIESIA Surabaya, Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, LSP STIESIA dan Cafetaria STIESIA menyalurkan lima ekor sapi kurban kepada warga sekitar kampus serta para pekerja internal.

Daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram itu dibagikan dalam kurang lebih 600 paket, setiap paket diperkirakan berisi sekitar 0,75 kilogram daging dan akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA yang berhak menjadi penerima manfaat.

Ketua Perpendiknas/Yayasan STIESIA Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, mengatakan bahwa setiap perayaan Iduladha tahun ini kembali menjadi pengingat dan mengajarkan tentang pengorbanan, ketakwaan, sekaligus kepedulian terhadap sesama.

"Pelajaran yang kami peroleh dari Idul Adha adalah teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bahwa dalam bertakwa kepada Allah SWT kita perlu berkorban dan berjuang menjalankan perintah-Nya," ujar Endang, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, selain nilai religius seperti Salat Iduladha dan ceramah yang telah disampaikan oleh Habib Husen Najib Al Hadad selaku Imam sekaligus khatib, nilai Iduladha juga menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih sayang, baik dalam keluarga maupun lingkungan pendidikan.

"Bagaimana menjadi orang tua, pemimpin, dan dosen yang tidak otoriter, tetapi penuh kasih sayang dan selalu berdiskusi," katanya.

Ia menegaskan, kegiatan kurban ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial kampus kepada lingkungan sekitar, khususnya di daerah Menur Pumpungan yang menjadi lokasi kampus STIESIA Surabaya.

"Kami ingin memperkuat solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga di sekitar Kampus STIESIA," ucapnya.

Endang berharap, hubungan baik antara kampus dan masyarakat dapat terus terjalin melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti Iduladha. Ia juga berharap doa dan dukungan masyarakat menjadi energi positif bagi keberlangsungan STIESIA ke depan.

"Harapan kami, masyarakat turut mendoakan agar STIESIA tetap jaya dan sustainability-nya terjaga," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Drs. Achmad Djuraidi, menyebut pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak sejak tahap persiapan hingga distribusi.

"Alhamdulillah atas kerja sama seluruh pihak, sejak awal persiapan hingga pelaksanaan Idul Adha berjalan dengan lancar," katanya.

Ia menjelaskan, pembagian daging kurban dilakukan secara tertib melalui pendataan internal kampus dan koordinasi bersama RT/RW setempat agar bantuan tepat sasaran.

"Untuk eksternal, kami bekerja sama dengan RW dan RT agar penerimanya benar-benar masyarakat yang berhak," ujarnya.

Lebih dari itu, Djuraidi menilai kegiatan sosial seperti ini menjadi cara kampus untuk semakin dekat dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kampus dan warga menjadi bagian penting dalam tumbuhnya institusi pendidikan di tengah lingkungan sosial.

"Harapan kami, masyarakat menjadi simpati kepada kampus STIESIA dan berkenan menitipkan putra-putrinya untuk dididik di kampus ini," katanya.

Ia pun berharap semangat berkurban di lingkungan STIESIA terus meningkat setiap tahun sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.

"Saat ini lima sapi, mudah-mudahan tahun depan bisa sepuluh," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow