Al-Ishlah Bondowoso Distribusikan 20 Ribu Kupon Daging Kurban hingga Luar Daerah

Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso menerima amanah hampir 980 hewan kurban pada Iduladha 1447 H, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Distribusi dilakukan dengan sistem modern dan humanis hingga menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur.

27 May 2026 - 19:32
Al-Ishlah Bondowoso Distribusikan 20 Ribu Kupon Daging Kurban hingga Luar Daerah
Suasana penyembelihan dan pemotongan daging kurban di Pondok Pesantren Al Islah Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi pusat penyembelihan hewan kurban skala besar pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dikelola pondok mencapai hampir 980 ekor, termasuk titipan dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, Gus Yasin Dhialul Haq, mengatakan, mayoritas hewan kurban berasal dari para donatur di Singapura yang kembali mempercayakan proses penyembelihan dan distribusi kurban kepada pihak pondok.

“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso tahun ini diamanahkan untuk mengorganisir 807 ekor kambing dari saudara-saudara kita di Singapura. Untuk sapinya 87 ekor,” ujarnya usai Salat Iduladha di kompleks pondok pesantren.

Selain dari luar negeri, kata dia, terdapat tambahan hewan kurban dari dalam negeri sebanyak 38 kambing dan 9 sapi. Salah satunya merupakan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto yang telah tiba di lokasi penyembelihan.

“Juga ada dari Kapolri Bapak Listyo Sigit Prabowo. Alhamdulillah Al-Ishlah kembali dipercaya untuk menyembelih hewan kurban dari Presiden dan Kapolri,” katanya.

Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang masuk ke Al-Ishlah tahun ini diperkirakan menyentuh angka 980 ekor. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat beberapa hewan kurban yang baru masuk menjelang hari pelaksanaan.

Distribusi daging kurban diprioritaskan untuk jamaah pondok, wali santri, para santri, dan masyarakat sekitar. Namun, permintaan bantuan kurban dari sejumlah pondok pesantren, masjid, hingga lembaga sosial dari berbagai daerah juga turut dilayani secara terbatas.

“Mayoritas untuk Bondowoso, tapi kita kirim juga ke Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang, termasuk ke Bangil,” ungkapnya.

Pihak pondok menyiapkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu kupon distribusi yang mencakup daging sapi, kambing, hingga jeroan kurban. Untuk mengantisipasi kepadatan warga, panitia menerapkan sistem pembagian empat jalur.

Jalur paling kiri diperuntukkan bagi lansia dan ibu hamil sebagai prioritas pelayanan. Sementara jalur lain dibagi untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan satu jalur drive-thru khusus warga yang menggunakan sepeda motor.

“Jadi enggak perlu capek antre jalan kaki. Bisa langsung naik motor, ambil lalu pulang,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan kurban di Al-Ishlah juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, dinas peternakan, hingga aparat TNI dan Polri untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban.

Menurut Yasin, konsep penyembelihan di pondoknya juga dirancang mengikuti syariat Islam sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Hal itu terlihat dari penggunaan bilik-bilik tertutup di area penyembelihan.

“Kita menjaga adab kepada hewan kurban. Dalam syariat Islam kita tidak boleh menyakiti hewan. Salah satunya membiarkan hewan yang masih hidup melihat hewan yang sudah mati,” terangnya.

Karena itu, bilik penyembelihan dibuat tertutup agar hewan yang belum disembelih tidak melihat proses pemotongan maupun mendengar suara hewan lainnya.

“Supaya hewan yang masih hidup itu tidak melihat hewan-hewan yang sudah mati dan tidak mendengar suara penyembelihan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow