Kunjungi Pentirtaan Jolotundo Mojokerto, Fadli Zon Rencanakan Ekskavasi di Kawasan Gunung Penanggungan

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia mempunyai dugaan kuat jika dikawasan Gunung Penanggungan masih banyak situs peninggalan bersejarah yang masih terpendam.

10 Jun 2025 - 13:34
Kunjungi Pentirtaan Jolotundo Mojokerto, Fadli Zon Rencanakan Ekskavasi di Kawasan Gunung Penanggungan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melihat kejernihan air di Pentirtaan Jolotundo. (Foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJPMenteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Pentirtaan Jolotundo atau Candi Jolotundo yang berlokasi di lereng Gunung Penanggungan, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/6/2025). 

Fadli Zon menilai, Candi Jolotundo merupakan salah satu tempat pentirtaan yang dianggap penting dalam khazanah arkeologi dan budaya peradaban Nusantara. 

Di sekitar lokasi Candi Jolotundo, ditemukan sebuah prasasti baru relief yang dibangun pada tahun 877 Saka atau sekitar akhir abad ke-9 Masehi. 

"Saya mengunjungi Candi Jolotundo atau Pentirtaan Jolotundo yang merupakan sebuah cagar budaya di tingkat provinsi dan akan menjadi bagar budaya tingkat nasional, yang berada di kawasan Gunung Penanggungan, atau Pawitra," kata Fadli Zon saat diwawancarai di lokasi, Selasa (10/6/2025). 

Candi atau Pentirtaan Jolotundo ini disebutnya memiliki beragam keistimewaan. Salah satunya air pentirtan yang sangat bersih dan jernih. 

"Ini merupakan peninggalan yang luar biasa. Sampai sekarang masih bertahan dan mempunyai air yang sangat bersih, kaya mineral termasuk menurut penelitian airnya bersih," lanjutnya. 

Fadli Zon memiliki dugaan kuat jika di kawasan Gunung Penanggungan masih banyak situs peninggalan bersejarah yang masih terpendam. 

Pihaknya berencana untuk melakukan kajian mendalam hingga melakukan ekskavasi di kawasan Gunung Penanggungan tersebut. 

Hal itu disebutnya sebagai upaya untuk mengungkap peninggalan bersejarah dan membuka pengetahuan tentang Gunung Penanggungan agar lebih utuh. 

"Masih banyak situs yang belum kita ekskavasi. Karena menurut hasil ada ratusan anomali bagian dari situs-situs yang selama ini belum terkuak. Di sini para peneliti mungkin dari berbagai perguruan tinggi, dari BRIN dari masyarakat bisa bekerja sama untuk mengungkap agar pengetahuan kita tentang Gunung Penanggungan ini lebih utuh sebagai kawasan wilayah yang merupakan kawasan cagar budaya yang cukup luas," jelasnya. 

Tujuannya, sambung dia, adanya cagar budaya yang telah tampak untuk bisa dijaga dan dilindungi bersama-sama. 

"Tentu cagar budaya ini perlu kita jaga bersama agar bisa kita lindungi sekaligus kita kembangkan, kita manfaatkan sesuai amanat undang-undang, baik undang-undang cagar budaya atau undang-undang kemajuan kebudayaan," pungkasnya. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow