Kongres Kebudayaan III Kota Batu Hasilkan Lima Rekomendasi Penting, Pemkot Siap Jalankan

Kongres Kebudayaan III Kota Batu menghasilkan lima rekomendasi. Mulai museum kebudayaan hingga perda pemajuan kebudayaan ditargetkan menjadi fondasi pembangunan kota wisata sekaligus kota budaya.

27 Aug 2025 - 12:23
Kongres Kebudayaan III Kota Batu Hasilkan Lima Rekomendasi Penting, Pemkot Siap Jalankan
Wali Kota Batu Nurochman memberikan piagam penghargaan kepada pegiat seni dan budaya lokal. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP — Kongres Kebudayaan III Kota Batu 2025 menetapkan lima rekomendasi besar sebagai pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Forum ini digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Batu, Sunarto, menyebut rekomendasi itu lahir dari proses panjang sejak forum group discussion, simposium, hingga pleno. Seluruh rekomendasi diputuskan secara musyawarah mufakat.

“Pertama, menginternalisasi, mentransformasi, dan mendistribusikan peran kebudayaan dalam program kerja organisasi perangkat daerah serta RPJMD Kota Batu. Kedua, mendesak pemkot menghadirkan museum kebudayaan daerah sebagai wadah pelestarian sejarah,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Selanjutnya, rekomendasi ketiga mendorong penggalangan pendanaan alternatif bagi sektor kebudayaan tidak hanya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi juga swasta hingga perguruan tinggi.

Rekomendasi keempat yaitu mempercepat penyusunan dan pengesahan peraturan daerah pemajuan kebudayaan Kota Batu paling lambat 2026. Terakhir, memperkuat kelembagaan kebudayaan agar memiliki dasar hukum yang jelas.

Sunarto menegaskan, pihaknya berharap rekomendasi segera diimplementasikan karena selaras dengan RPJMD Kota Batu. Menurut dia, hal ini menjadi pijakan penting bagi arah kebudayaan daerah ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menegaskan, pihaknya siap mengawal hasil kongres. Menurutnya, agenda ini penting untuk melindungi sekaligus memajukan seni, tradisi, dan sumber daya kebudayaan.

“Setahu kami, hanya Kota Batu yang konsisten menggelar kongres kebudayaan di level kota atau kabupaten se-Indonesia,” katanya.

Terkait rekomendasi museum, Onny menyebut, pemkot sudah menyiapkan bangunan di Kelurahan Sisir. Namun, legalitas dan kajian kelayakan masih perlu disempurnakan sebelum difungsikan sebagai museum kebudayaan.

Secara terpisah, Wali Kota Batu Nurochman yang menutup langsung agenda ini menyatakan dukungan penuh atas lima rekomendasi. Dia menekankan kebudayaan harus memengaruhi perilaku birokrasi maupun masyarakat.

Nurochman menambahkan, Kota Batu kini bukan hanya kota wisata, tetapi juga kota budaya. Keduanya akan berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan berkarakter dan berkelanjutan.

“Budaya harus memengaruhi perilaku, baik birokrasi maupun masyarakat. Kongres ini bukan sekadar forum diskusi, tapi momentum akselerasi kebudayaan di Kota Batu,” paparnya. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow