Konflik Lahan Perkebunan di Desa Kaligedang Ijen Bondowoso Mulai Diselesaikan

Forkopimda plus tengah menyerap keluhan masyarakat, yang nantinya akan dibahas untuk mencari solusi terbaik agar konflik lahan ada penyelesaian.

19 May 2025 - 21:32
Konflik Lahan Perkebunan di Desa Kaligedang Ijen Bondowoso Mulai Diselesaikan
‘Silaturahmi dan Musyawarah Bersama’ di pendopo Kecamatan Ijen, pada Senin (19/5/2025)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menyerap keluhan masyarakat Desa Kaligedang Kecamatan Ijen, yang sudah sejak lama berkonflik masalah lahan dengan PTPN XII Kebun Blawan dan baru saja terlibat konflik kesalah pahaman dengan anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 514.

Sayangnya, dalam kegiatan yang dikemas dalam ‘Silaturahmi dan Musyawarah Bersama’ di pendopo Kecamatan Ijen, pada Senin (19/5/2025) tersebut, tidak dihadiri olen Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Informasinya, orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini ada kependingan di Jakarta.

Di sana hanya tampak Wakil Bupati Bondowoso, As’Ad Yahya Syafi’i yang didamping oleh Dandim 0822, Kapolres Bondowoso, Danbrigif 9/2 Kostrad TNI, Danyonif 514, Ketua Komisi I DPRD, Plt Kepala Bakesbangpol, Camat, Manajer PTPN Kebun Blawan, Adm Perhutani, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Silaturahmi kali ini merupakan tindak lanjut dari ramainya pemberitaan soal kesalahpahaman antara warga dengan anggota TNI dari Yonif 514. Sehingga, dengan besar hati dalam kesempatan itu, Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad TNI, Kolonel Inf Dr La Ode Muhammad Nurdin, meminta maaf kepada warga Desa Kaligedang. 

“Kami meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara TNI Yonif 514 dengan warga. Mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa. Tolong dimaafkan,” kata pria yang baru saja mendapat gelar Doktor dengan Cumlaude di Universitas Jember ini.

Danbrigif 9/2 Kostrad juga menjelaskan secara detail kepada warga Desa Kaligedang, atas keberadaan anggota TNI di desa tersebut. Dia menegaskan, TNI hadir di sana untuk melakukan pemetaan wilayah atau lahan yang nantinya akan dikerjasamakan dengan Koperasi Yonif 514 Bondowoso.

“Ini upaya kami untuk mendukung ketahanan pangan dengan melakukan kerja sama optimalisasi lahan milik PTPN Kebun Blawan. Nantinya, lahan yang kita kelola akan melibatkan warga, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Sehingga, bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengajak masyarakat Desa Kaligedang untuk tidak mudah emosi dalam mengambil sebuah keputusan. Dirinya berharap agar setiap permasalahan diselesaikan dengan hati yang tenang melalui musyawarah.

“Keluhan dari warga nanti akan kami tampung dan akan saya sampaikan kepada Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Nantinya, setelah acara ini, kami bersama seluruh Forkopimda akan menganalisis permasalahan di Desa Kaligedang, agar menemukan solusi terbaik,” terangnya.

Kondisi terkini pasca terjadinya kesalahpahaman antara anggota TNI dengan warga, masyarakat Desa Kaligedang sudah mulai kondusif. Bahkan, saat ini warga sudah mulai beraktifitas berkebun. 

Seperti diketahui, sempat terjadi perkelahian antaran warga dan anggota TNI, karena cekcok permasalahan salah paham pembangunan pos kamling di Desa Kaligedang. 

Dalam peristiwa itu, sempat diwarnai pembakaran dua rumah asisten tanaman (Astan) di Afdeling Kalisengon. Bahkan, sebuah mobil juga terbaka dan sempat ada upaya penghadangan jalan dengan menumbangkan pohon ke badan jalan menuju Balai Desa Kaligedang, pada Kamis (15/5/2025) malam. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow