Konfercab XI Fatayat NU, Bupati Bojonegoro Dorong Perempuan Jadi Pilar Perubahan Sosial

Wahono menekankan bahwa perempuan, terutama para ibu, memiliki posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

13 Apr 2025 - 18:17
Konfercab XI Fatayat NU, Bupati Bojonegoro Dorong Perempuan Jadi Pilar Perubahan Sosial
Bupati Wahono saat hadir pada Konfercab XI PC Fatayat NU Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORO, SJP—Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga nilai keislaman, membangun keluarga, dan menjadi motor perubahan sosial. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di kampus UNUGIRI Bojonegoro, Ahad (13/4/2025).

Wahono menekankan bahwa perempuan, terutama para ibu, memiliki posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

“Peran ibu itu penting, bukan hanya dalam keluarga, tapi juga sebagai penyemangat suami, penggerak sosial, penjaga nilai agama, hingga pendidik generasi,” ujarnya di hadapan ratusan kader Fatayat.

Dengan mengusung tema “Khidmah Perempuan NU dalam Menjaga Ideologi dan Peradaban” Konfercab ini menjadi momentum penting untuk mempertegas kiprah Fatayat NU sebagai garda terdepan pemberdayaan perempuan di tengah tantangan zaman.

Tak hanya itu, Mas Wahono juga menyoroti peran Fatayat dalam mendukung program-program strategis daerah, terutama terkait penurunan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di Bojonegoro.

“Stunting bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal pengetahuan ibu tentang kesehatan dan pola asuh. Di sini Fatayat bisa ambil peran besar dalam edukasi kesehatan dan keluarga,” tegasnya.

Bupati turut memberikan apresiasi khusus kepada Ifa Khoiria Ningrum, Ketua Fatayat NU Bojonegoro periode sebelumnya, yang dinilai berhasil membawa organisasi terus tumbuh selama satu dekade kepemimpinannya.

Dia berharap kepengurusan baru bisa melanjutkan tongkat estafet dengan lebih kuat, terutama dalam penguatan ekonomi keluarga dan edukasi pencegahan pernikahan dini.

“Pernikahan dini ini harus menjadi perhatian bersama. Kalau keluarga kuat, maka anak-anak juga tumbuh lebih sehat dan masa depan mereka lebih terarah,” tambahnya.

Mas Wahono juga mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk terus bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro, tanpa memandang siapa yang terpilih sebagai ketua baru.

“Siapa pun ketuanya, kami siap bersinergi. Yang penting organisasi tetap solid, kondusif, dan punya visi besar bersama pemerintah untuk membesarkan Fatayat,” ujarnya mantap.

Di akhir acara, Bupati Setyo Wahono mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Konfercab XI Fatayat NU. Ia berharap agenda ini bisa melahirkan pemimpin perempuan yang visioner, produktif, dan mampu membawa perempuan Bojonegoro semakin berdaya.

“Fatayat harus terus melahirkan kader-kader hebat, jadi pionir perubahan sosial dan agama, dari desa hingga pusat,” pungkasnya. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow