Kompilasi Fakta Ledakan Rumah Polisi di Mojokerto: Antara Kengerian Tragedi dan Kesedihan Sang Ayah

14 Jan 2025 - 08:50
Kompilasi Fakta Ledakan Rumah Polisi di Mojokerto: Antara Kengerian Tragedi dan Kesedihan Sang Ayah
Tim Gegana Polda Jatim melakukan pemeriksaan di sekitar tempat kejadian perkara Senin (13/1/2025): (foto: Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Tragedi Ledakan rumah Maryudi, di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 09.00 WIB menghentak publik.  Tak hanya menghancurkan rumah, ledakan itu menelan korban jiwa: ibu dan anak. 

Di tengah penyelidikan mengenai penyebab ledakan yang masih misterius, ledakan itu menghadirkan kengerian bagi tetangga sekitar serta duka mendalam bagi seorang pria yang kehilangan istri dan anaknya. 

Berikut rangkuman fakta peristiwa ledakan mengerikan tersebut: 

Rumah Anggota Polsek Dlanggu  

Rumah yang meledak milik anggota polisi bernama Aipda Maryudi. Dia adalah dinas di Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto,  sebagai Bhabinkamtibmas. 

Ledakan Terjadi, saat Rumah Kosong.

"Dia (Aipda Maryudi) sedang berdinas, istrinya sedang kerja dan anaknya sedang sekolah. saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong. Kemudian dampak dari ledakan, rumah sebelahnya juga runtuh,” kata AKBP Ihram Kustarto, Kapolres Mojokerto.

2 Kali Ledakan, 10 Rumah Rusak

Tetangga sempat mendengar bunyi ledakan keras sebanyak dua kali. Suara itu sontak membuat warga kocar-kacir, debu asap tebal menyelimuti lokasi itu. “Dua kali ledakan. Warga kaget semua,” terang Rina, tetangga Aipda Maryudi.

Dampak ledakan, rumah-rumah di sekitar sumber ledakan porak poranda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya ada 10 rumah rusak.  "Ada 10 rumah yang rusak, 2 rusak berat, 3 rusak sedang dan 5 rusak ringan," kata Sadillah, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Mojokerto. 

Begitu Kerasnya Ledakan, Dikira Gempa Besar

Tetangga mendengar dua dentuman keras yang begitu kerasnya hingga mennyebabkan bangunan goyang, bahkan, rumah cor beton disebutnya sampai roboh. Awalnya, mereka mengira terjadi gempa dahsyat.

“Tahu-tahu meledak, keras sekali, kurang lebih 12 skala richter, menggoyangkan, makan korban, ada rumah cor-coran baru sampai roboh,” kata Antonius Supono, tetangga Aipda Maryudi.

Ibu Anak Ditemukan Berpelukan di Bawah Reruntuhan Rumah

Setelah dentuman keras, warga mendengarkan suara jeritan keras seorang perempuan dan suara balita menangis kencang.

Sesaat kemudian, warga menguak isi reruntuhan. Mereka menemukan Luluk Sudarwati (40) beserta anak laki-lakinya yang masih bawah lima tahun (balita) berinisial KF (3) tak bernyawa.  Mereka kerabat Aipda Muryadi yang rumahnya bersebelahan.

Saat peristiwa berlangsung, kedua korban berada di dalam rumah. “Meninggalnya karena terkena reruntuhan akibat ledakan itu mungkin ya,” kata Rina.

Jenazah ibu dan anak ditemukan dalam kondisi berpelukan.

Sang Ibu adalah Guru Ngaji sekaligus Aktivis PAN

Luluk Sudarwati, korban ledakan dikenal sebagai sosok yang tulus dan religius. Aktivitas sehari-hari korban adalah mengajar ngaji di Taman Pendidikan Quran (TPQ) dusun setempat.

Selain itu, Luluk ternyata  politisi Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Mojokerto. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Mojokerto, Muhammad Santoso membenarkan hal itu. Pihaknya berbelasungkawa atas musibah yang menimpa Luluk bersama anak balitanya.


Duka Khodi yang Kehilangan Istri dan Anak

Duka mendalam menyelimuti raut muka Khodi. Hatinya hancur seperti puing-puing di rumahnya yang terhempas oleh ledakan. Anak istrinya pergi tanpa memberikan tanda. 

Saat mengantarkan dua orang yang tersayangnya ke liang lahat, Khodi berusaha tegar didampingi putri pertamanya yang masih belia.

Saat peristiwa, Khodi  berada di sawah. Begitu mendengar kabar ledakan maut, dia pulang dan kaget melihat rumahnya porak-poranda.

Kecemasan  berubah menjadi tangis, saat ia mengetahui anak dan isterinya meninggal dunia.

Khodi menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi. 

Polisi Masih Dalami Pemicu Ledakan

Polisi masih melakukan penyelidikan apa penyebab ledakan yang merenggut nyawa ibu anak tersebut. Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim dan Polres Mojokerto masih mengkaji temuan-temuan di TKP.

‘Saya mohon waktu penyebab, yang pasti di dalam ada elpiji 3 kilogram, tadi setelah olah TKP juga ada perangkat elektronik,” ungkap AKBP Ihram

Pertanyaannya, apakah ledakan satu tabung elpiji 3 kilogram bisa sedahsyat itu? (*)

Data : Syaiful Aries
Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow