KLB Campak Sumenep: 20 Anak Meninggal, 100 Orang Dirawat Intensif
KLB campak di Sumenep, Jawa Timur, telah menelan 20 korban jiwa anak-anak dan lebih dari 100 pasien masih dirawat intensif. Dinkes memperketat vaksinasi untuk tekan penularan.
SUMENEP, SJP – Wabah campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memasuki pekan ketiga status kejadian luar biasa (KLB). Hingga Selasa (9/9/2025), tercatat 100 anak masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi.
Pantauan di Puskesmas Kalianget menunjukkan, para pasien anak ditempatkan di ruang belakang puskesmas dengan penanganan khusus. Situasi ini menambah daftar panjang penderita campak di Sumenep yang sejak Januari 2025 telah mencapai lebih dari 2.700 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Achmad Syamsuri, menyampaikan, kasus aktif masih tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Pada pekan ketiga KLB ini masih ada 100 pasien campak. Sebanyak 43 pasien dirawat di rumah sakit dan 57 di puskesmas. Pasien keluar masuk, tapi total kasus sejak Januari hingga pertengahan September sudah lebih dari 2.700 anak terjangkit,” ujar Syamsuri.
Kecemasan juga dirasakan para orang tua pasien. Fatimah, warga Kalianget, mengaku khawatir dengan kondisi putrinya.
“Pertama pulang sekolah, badannya panas tidak turun-turun. Saya bawa ke puskesmas, langsung disuruh rawat inap. Alhamdulillah sekarang mulai pulih,” katanya.
Untuk menekan laju penularan, Dinkes Sumenep mengintensifkan imunisasi massal terutama di wilayah dengan capaian vaksinasi rendah. Seperti di PAUD Ashabus SKEP, separuh siswa yang belum divaksin langsung diberikan imunisasi campak oleh petugas Puskesmas Pamolokan.
“Kami beri pemahaman ke orang tua agar anak-anak mau divaksin. Data sudah kami pegang, jadi selanjutnya kami juga akan turun langsung ke rumah-rumah,” jelas Kepala Puskesmas Pamolokan, drg Novia Sri Wahyuni.
Hingga berita ini diturunkan, KLB campak di Sumenep telah menelan korban 20 anak meninggal dunia. Dengan jumlah kasus tertinggi nasional, Kabupaten Sumenep kini menjadi wilayah dengan penderita campak terbanyak di Indonesia. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

