Kios Pupuk Subsidi di Kota Kediri Disidak, Berikut Temuannya

Dari hasil pemantauan di sejumlah kios, tidak ditemukan pelanggaran yang signifikan. Penyaluran pupuk dinilai berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Meski demikian, tim mengakui masih ada keluhan dari petani, terutama terkait jumlah pupuk yang dirasa kurang mencukupi kebutuhan lahan mereka.

22 Apr 2026 - 21:30
Kios Pupuk Subsidi di Kota Kediri Disidak, Berikut Temuannya
Pengecekkan pupuk bersubsidi di salah satu kios (foto : istimewa)

KOTA KEDIRI, SJP - Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kios pupuk bersubsidi di Kota Kediri. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan.

"Tujuannya adalah memastikan bahwa penyaluran pupuk bersedih dari pupuk Indonesia sampai ke petani itu berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan keadaan yang ada," ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri M Ridwan, Rabu (22/4/2026). 

Dari hasil pemantauan di sejumlah kios, tidak ditemukan pelanggaran yang signifikan. Penyaluran pupuk dinilai berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Meski demikian, tim mengakui masih ada keluhan dari petani, terutama terkait jumlah pupuk yang dirasa kurang mencukupi kebutuhan lahan mereka.

"Kami tidak ada temuan yang signifikan, tapi yang jelas hari ini semuanya tertib. Walaupun ada keluhan dari masyarakat itu wajar. Kadang petani itu terkadang inginnya karena lahannya luas, pupuknya banyak," tambahnya. 

Ia menambahkan, kondisi tersebut merupakan hal yang cukup umum terjadi di lapangan. Ketersediaan pupuk sebenarnya ada, namun distribusinya dilakukan secara bertahap sehingga petani terkadang harus menanti untuk mendapatkan jatah berikutnya.

Dalam peninjauan tersebut, KP3 tidak hanya melakukan pengecekan di lapangan, tetapi juga menggelar sosialisasi kepada para pemilik kios dan petani. Edukasi diberikan terkait mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Dalam mekanisme terbaru, penyaluran pupuk bersubsidi kini dapat dilakukan langsung kepada petani secara individu, tidak lagi harus melalui kelompok tani seperti sebelumnya. Namun demikian, petani tetap harus terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai syarat utama.

Dari sisi ketersediaan, stok pupuk menjelang masa tanam juga dipastikan aman. Distributor disebut terus melakukan suplai secara berkelanjutan sehingga tidak terjadi kelangkaan di tingkat kios.

"Alhamdulillah tadi kami dapat informasi distributor selalu menyiapkan pupuk. Kios yang kami datangi semuanya terindikasi bahwa tidak pernah terjadi pupuk kosong, selalu ready," tambahnya.

Menariknya, harga pupuk bersubsidi mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, alokasi pupuk per petani disebut mengalami sedikit penurunan, menyesuaikan dengan kebijakan dan ketersediaan yang ada.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai instansi, mulai dari pemerintah kota, Kejaksaan Negeri, Polres Kediri Kota, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), penyuluh pertanian, hingga unsur perlindungan konsumen.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Kediri Yohan Pramuda Arifianto menuturkan sistem penyaluran kini lebih transparan dengan penerapan sistem berbasis titik koordinat atau poligon lahan. Hal ini dinilai mampu meminimalisasi potensi penyimpangan.

“Sekarang sudah pakai sistem poligon, jadi lokasi lahan dan petaninya jelas. Sulit dimanipulasi, dan kios juga lebih mudah dari sisi administrasi,” katanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow