Khawatir Bawa Penyakit, Bangkai Sapi di Sungai Brantas Tulungagung Dimusnahkan

Kalau dari sisi kesehatan jelas pembuangan bangkai ternak ke sungai tidak diperbolehkan. Risiko penularan penyakit bisa sangat besar, bahkan ada yang sifatnya zoonosis, yakni bisa menular ke manusia.

04 Sep 2025 - 17:57
Khawatir Bawa Penyakit, Bangkai Sapi di Sungai Brantas Tulungagung Dimusnahkan
Petugas gabungan bersama masyarakat evakuasi bangkai sapi di sungai Brantas Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, diresahkan dengan temuan bangkai sapi yang terapung di tengah aliran Sungai Brantas, tepat di samping Jembatan Ngujang I, Kamis (4/9/2025). Bangkai sapi berukuran besar itu menimbulkan bau menyengat karena sudah dalam kondisi membusuk.

Kekhawatiran masyarakat semakin besar karena bangkai tersebut dikhawatirkan membawa penyakit.

“Hari ini tadi kita mendapatkan aduan dari Dinas Peternakan dengan adanya ditemukan sapi yang mati di Sungai Brantas. Akhirnya kita kolaborasi dengan BPBD, TNI, Polri, beserta instansi lain untuk berusaha mengupayakan agar bisa ditepikan,” jelas Kabid Damkar Dinas Damkarmat Tulungagung, Artista Nindya Putra.

Evakuasi dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari Damkar, BPBD, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta aparat kepolisian dibantu warga sekitar.

Proses evakuasi berjalan cukup sulit karena arus sungai yang deras, sehingga petugas harus bermanuver dengan perahu sebelum akhirnya berhasil menarik bangkai ke tepi sungai.

“Prosesnya, sapinya kita masukkan ke air supaya lebih ringan beratnya. Akhirnya kita tarik ke pinggir dan kita bakar di area tepi. Evakuasi berlangsung sekitar satu jam,” terang Artista.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Tulungagung, Tutus Sumaryani, memastikan pemusnahan bangkai sapi dilakukan sesuai standar penanganan penyakit hewan.

Setelah dievakuasi, bangkai langsung dibakar lalu dikubur dengan pengawasan ketat petugas. Langkah ini diambil agar potensi penyebaran penyakit melalui aliran sungai bisa dicegah sejak dini.

“Jadi kita antisipasi terhadap kontaminasi karena bangkai tersebut sudah membusuk. Kita khawatir ada bakteri atau virus yang bisa menyebar melalui aliran sungai. Karena itu, setelah evakuasi kita langsung lakukan disposal sesuai SOP dengan cara pembakaran dan pemberian disinfektan,” ungkap Tutus Sumaryani.

Menurut Tutus, kondisi bangkai menunjukkan sapi sudah mati sejak beberapa hari sebelumnya. Dari ciri-ciri fisik, bangkai diperkirakan sudah membusuk selama tiga hingga empat hari di dalam air. Hingga kini, asal sapi tersebut belum dapat dipastikan karena Sungai Brantas melintasi banyak daerah.

“Kalau dari sisi kesehatan jelas pembuangan bangkai ternak ke sungai tidak diperbolehkan. Risiko penularan penyakit bisa sangat besar, bahkan ada yang sifatnya zoonosis, yakni bisa menular ke manusia,” tegas Tutus.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuang bangkai hewan ternak. Jika ternak mati, penanganan sesuai standar harus dilakukan dengan cara dikubur, serta tidak dikonsumsi dalam bentuk apapun.

“Apalagi dibuang sembarangan seperti ini, dampaknya kan bisa sepanjang aliran sungai ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow