Keresan, Tradisi Unik Rayakan Maulid Nabi di Masjid Mojokerto
Tradisi Keresan merupakan tradisi turun temurun dari pengurus Masjid Darussalam. Di dalam tradisi itu, ada pohon kersen atau keres yang berlokasi di halaman masjid dipasang sejumlah barang, mulai dari pakaian, aksesoris, hingga produk UMKM lokal.
MOJOKERTO, SJP - Kabupaten Mojokerto memiliki tradisi unik merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW. Adalah tradisi Keresan yang rutin digelar di Masjid Darussalam, Sooko, Kabupaten Mojokerto tiap perayaan maulud. Tradisi ini unik, ikonik dan, memiliki beragam nilai positif di dalamnya.
Dalam tradisi yang turun temurun dari pengurus Masjid Darussalam ini, ada pohon kersen atau keres yang berlokasi di halaman masjid dipasang sejumlah barang, mulai dari pakaian, aksesoris, hingga produk UMKM lokal.
Usai masyarakat berkumpul, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tokoh agama menggelar selawat dan doa bersama kemudian secara bersama-sama mengambil barang-barang yang digantung di pohon keres tersebut dengan cara berebut.
Pengurus takmir Masjid Darussalam, Mohammad Nizar mengungkapkan, tradisi ini disebutnya untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Makna filosofi di dalam Keresan ini adalah merupakan simbol kemakmuran atau kesuburan dari pohon keres yang berlimpah ruah dan membawa berkas bagi masyarakat. Saat Rosulullah SAW lahir, ia menyebut saat itu Kota Makkah sangatlah gersang.
"Sekaligus menjadi simbol kemakmuran, juga kesuburan. Sebab ketika Rasulullah SAW belum lahir, Kota Makkah itu negara yang sangat gersang," kata Nizar, Ahad (7/9/2025).
Dalam kegiatan Keresan, siapapun yang hadir diperbolehkan mengambil beragam barang yang digantung di pohon keres. Baik itu anak-anak hingga orang dewasa.
Menurut Nizar, kegiatan ini juga sebagai ajang berbagi kepada sesama atau sedekah, dikemas melalui tradisi turun temurun. "Ini menjadi sedekah dari warga sekitar, sebagai bentuk suka cita atas kelahiran Nabi Muhammad SAW," ujar Nizar.
Tadisi ini diharapkan bisa membawa keberkahan bagi desa dan umumnya Kabupaten Mojokerto saat memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. "Semoga kita semua kelak diakui menjadi umat Nabi Muhammad SAW dan mendapat syafaatnya" pungkasnya. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

