Keluhan Warga Soal Debu, Komisi C DPRD Jombang Turun ke PG Djombang Baru

DPRD Jombang menemukan adanya penanganan limbah buang asap pembakaran di PG Djombang Baru kurang maksimal

18 Sep 2025 - 14:29
Keluhan Warga Soal Debu, Komisi C DPRD Jombang Turun ke PG Djombang Baru
Jajaran anggota Komisi C DPRD Jombang saat Sidak di kantor PG Djombang Baru. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Dapat wadulan dari warga soal limbah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) Pabrik Gula (PG) Djombang Baru, Kamis (18/9/2025).

Pantauan di lapangan, anggota Komisi C DPRD Jombang terlibat sidak di antaranya Mas'ud Zuremi, Maya Novita Sari, Samsul Huda, Taufiqi Fakkarudin Assilahi, Mas’ud Zuremi, Subur, Syaifulloh, Achmad Fachruddin Novadonna Bilytha Puspythasari, Dian Ayunita Prasstumi dan Heri Santoso. Serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Miftahul Ulum.

Hasilnya, wakil rakyat Komisi C ini mendapati bahwa memang ada kelalaian dari pihak manajemen PG Djombang Baru dalam penanganan gas buang hasil pembakaran di cerobong asap.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Saifullah menyampaikan, maksud kedatangan pihaknya PG Djombang Baru terkait aduan masyarakat sekitar masalah debu dan limbah.

"Terkait soal debu pihak PG mengakui karena ada kebocoran di cerobong asap," ucap Saifullah kepada wartawan.

Menindaklanjuti aduan warga, pihak dari PG Djombang Baru akan segera membangun komunikasi dengan warga sekitar lingkungan pabrik dan segera memberi CSR kepada masyarakat. Selain melakukan perbaikan pada alat yang bermasalah.

"Langkahnya akan pengadaan filter dan penyiraman debu di cerobong asap tersebut," terangnya.

Senada, anggota Komisi C DPRD Jombang lainnya, Mas'ud Zuremi pencemaran lingkungan oleh PG Djombang Baru meresahkan masyarakat dan terjadi sejak dulu. 

"Limbah debu berwarna hitam masuk lingkungan penduduk, mengganggu warga. Menempel di tembok rumah, lantai, pakaian yang dijemur," urai mantan ketua DPRD Jombang ini.

Menurutnya, pihak PG Djombang Baru sudah melakukan permintaan maaf dan mengungkap ada tiga buah alat boiler tapi hanya satu yang bisa dipakai.

"Kami tunggu tindak lanjut dari PG Djombang Baru untuk tidak lagi mengotori atau limbah masuk ke wilayah penduduk. Kita juga minta perhatian aliran sungai juga jadi perhatian. Kami ingin ada komunikasi dengan lingkungan masyarakat sekitar, terutama warga Sambong," tandasnya.

Sementara itu, General Manajer PG DJombang Baru, Adisolech Wicaksono menjelaskan jika di tahun 2024 dan tahun 2025 ada perbaikan terkait pencemaran udara dan tahun 2026 rencananya akan ada penanganan limbah lebih baik.

"Dengan alat lebih baik, lebih baru, sesuai dengan pasangan tahun 2025," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan memenuhi permintaan Komisi C DPRD Jombang dan juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang. 

Menurut Adisolech pihaknya telah masang Wet Scrubber dan satu boiler untuk tangani debu di Tahun 2025 ini.

"Kami ada tiga boiler, dua akan kami pasang. Kami secara praktis ada uji emisi udara yang dilakukan secara periodik.Dibandingkan dengan tahun lalu, partikel terlarut gas di cerobong jauh menurun dengan alat yang kami pasang," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow