Kekeringan Mulai Mengancam, Ratusan KK di Desa Purnama Bondowoso Bergantung Pasokan Air Bersih BPBD
Sebanyak 271 KK di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, mulai terdampak kekeringan. BPBD Bondowoso menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh air.
BONDOWOSO, SJP – Musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso kembali memunculkan persoalan klasik yang setiap tahun menghantui masyarakat, yakni krisis air bersih.
Berkurangnya debit sumber mata air dan sumur warga membuat kebutuhan dasar sehari-hari semakin sulit dipenuhi, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan kekeringan.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat apabila akses terhadap air bersih semakin terbatas.
Di beberapa daerah, warga bahkan harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci agar persediaan yang ada tidak cepat habis.
Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak musim kemarau tahun ini. Ratusan kepala keluarga di Dusun Krajan dan Dusun Jurang Gundah dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat menurunnya ketersediaan air di lingkungan mereka.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan.
"BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Purnama Kecamatan Tegalampel yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD menerjunkan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Total sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut menyasar dua dusun, yakni Dusun Krajan yang dihuni sekitar 181 kepala keluarga serta Dusun Jurang Gundah dengan jumlah 90 kepala keluarga. Secara keseluruhan, sebanyak 271 kepala keluarga menjadi penerima manfaat dari distribusi air bersih tersebut.
Kalaksa menjelaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Bondowoso. Apabila terdapat laporan dari desa atau kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih, pihaknya akan melakukan asesmen dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila terjadi kekurangan air bersih di wilayahnya. BPBD akan terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan," katanya.
Kegiatan distribusi air bersih ini melibatkan BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Purnama, serta masyarakat setempat. Hingga kegiatan berakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dan proses penyaluran bantuan berjalan lancar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

