KDMP Dipastikan Tak Mematikan Usaha Lokal, Wali Kota Batu Tekankan Peran Penguat Ekonomi Desa
Pemkot Batu menilai keberadaan KDMP justru membuka peluang penguatan rantai ekonomi desa, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha lokal agar tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung
KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota Batu memastikan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan mematikan usaha lokal warga. Sebaliknya, koperasi tersebut diarahkan menjadi penguat ekosistem ekonomi desa melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis potensi wilayah.
Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (6/2/2026) menegaskan KDMP harus diposisikan sebagai instrumen kolaborasi ekonomi, bukan sebagai pesaing pelaku usaha yang telah lebih dulu berjalan di masyarakat.
"Saat ini pembangunan KDMP telah berjalan di lebih dari separuh wilayah desa dan kelurahan di Kota Batu. Dari total 24 desa dan kelurahan, sebanyak 15 wilayah telah melaksanakan pembangunan koperasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional dalam penguatan ekonomi desa," urainya.
Ia menekankan, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara terukur dan berbasis pemetaan potensi lokal agar mampu memberi manfaat nyata tanpa mengganggu keberlangsungan usaha masyarakat.
Lebih lanjut, ia mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan koperasi untuk menghadirkan tata kelola modern berbasis teknologi serta layanan yang mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, tokoh dan senior desa diharapkan berperan sebagai pendamping agar operasional koperasi tetap sejalan dengan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan mematikan usaha warga. Karena itu pengelolaannya harus direncanakan matang agar benar-benar memberi manfaat dan berjalan seimbang,” imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Nantinya, KDMP diproyeksikan menjadi simpul distribusi berbagai kebutuhan strategis, mulai bahan pokok, pupuk, hingga hasil pertanian dan peternakan. Koperasi juga diarahkan bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil produksi petani dan peternak lokal dapat terserap secara optimal. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

