Air Bengawan Solo di Ngawi Menghitam

Untuk mengetahui penyebab pasti fenomena ini, petugas sampling dari PT Mitralab Buana Surabaya, Rifki Fauzan Rahmadi, telah mengambil sampel air di bawah Jembatan Ngunengan, Kecamatan Pitu

16 Jul 2026 - 09:30
Air Bengawan Solo di Ngawi Menghitam
Kondisi Bengawan Solo Ngawi yang menghitam. (Beritasatu.com)

NGAWI, SJP–Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Ngawi kembali berubah warna menjadi hitam pekat. Meskipun terjadi perubahan warna yang drastis, hasil pengujian awal di lapangan menunjukkan kualitas air sungai tersebut saat ini masih aman untuk biota air.

Untuk mengetahui penyebab pasti fenomena ini, petugas sampling dari PT Mitralab Buana Surabaya, Rifki Fauzan Rahmadi, telah mengambil sampel air di bawah Jembatan Ngunengan, Kecamatan Pitu, pada Rabu (15/7/2026). Sampel tersebut nantinya akan dibawa ke laboratorium untuk diuji secara menyeluruh berdasarkan parameter kimia, fisika, dan biologi.

"Kondisi air memang agak hitam kecokelatan, tidak seperti biasanya," ujar Rifki, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa hasil pengujian laboratorium secara lengkap membutuhkan waktu dan diperkirakan baru bisa diketahui sekitar tiga pekan ke depan. 

Kendati demikian, parameter krusial seperti derajat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) sudah diukur langsung di lapangan dan menunjukkan hasil yang aman.

Berdasarkan alat ukur di lapangan, nilai pH air Bengawan Solo di lokasi tersebut tercatat berada di angka 7,98. Sementara itu, kadar oksigen terlarutnya (DO) mencapai 5,3 mg/l.

"Batas normal pH itu antara 6 sampai 9. Untuk kondisi saat ini, baik pH maupun DO masih normal. Artinya, air ini masih aman untuk makhluk hidup atau biota di dalamnya," jelas Rifki.

Meski parameter awal menunjukkan indikasi aman, Rifki menegaskan bahwa penyebab utama yang membuat warna air berubah menjadi hitam pekat masih misterius. Kandungan zat kimia berbahaya atau polutan lain di dalam air baru bisa dipastikan setelah seluruh rangkaian uji laboratorium selesai.

"Indikasinya seperti apa, kami belum dapat memastikan. Tetapi kalau dilihat dari warna air memang terlihat agak pekat, tidak seperti biasanya," kata dia.

Ia juga memaparkan bahwa perubahan warna air sungai menjadi hitam pekat ini dapat dipicu oleh berbagai faktor. Salah satu dugaan kuat adalah adanya pencemaran, baik dari limbah industri pabrik maupun limbah rumah tangga masyarakat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, dugaan pencemaran tersebut tetap harus dibuktikan secara ilmiah melalui data laboratorium.

Guna memetakan tingkat pencemaran dan mencari sumber utama penyebab menghitamnya sungai ini secara akurat, PT Mitralab Buana Surabaya tidak hanya memeriksa satu titik. Pihak laboratorium menjadwalkan pengambilan sampel air di 18 lokasi berbeda di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi daerah tersebut. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow