Kasus Dugaan Keracunan MBG di MTS Al Khalifah Kepanjen Malang, Satu Siswa Masih Dirawat di RSUD Kanjuruhan

Seorang siswa MTs Al-Khalifah Kepanjen masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan, sementara pihak berwenang terus menelusuri penyebab dugaan keracunan MBG.

25 Oct 2025 - 16:46
Kasus Dugaan Keracunan MBG di MTS Al Khalifah Kepanjen Malang, Satu Siswa Masih Dirawat di RSUD Kanjuruhan
Satu siswa MTs Al-Khalifah Kepanjen yang masih menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Malang akibat dugaan keracunan MBG (Foto : Humaspolres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Perkembangan penanganan dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di MTs Al-Khalifah, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus menunjukkan perbaikan. Hingga Sabtu (25/10/2025), hampir seluruh siswa dan guru yang sempat dirawat telah diperbolehkan pulang.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyampaikan bahwa dari total 33 orang yang menjalani perawatan, kini hanya satu siswa yang masih dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

“Satu siswa masih dirawat di ruang Mpu Tantular dengan gejala tipes, tapi kondisinya terus membaik,” ujar Bambang, Sabtu (25/10/2025).

Ia menambahkan, Polres Malang bersama Dinas Kesehatan dan BPOM terus menelusuri penyebab pasti kejadian ini, termasuk mengevaluasi jalur distribusi makanan MBG.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo hingga hasil uji laboratorium keluar dan SOP penyajian diperbarui.

“Penghentian dilakukan agar perbaikan standar bisa segera disesuaikan dengan ketentuan BGN,” jelas Bambang.

Pihak kepolisian menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Dalam pemberitaan SJP sebelumnya, Kepala MTs Al-Khalifah, Nur Kholida, menyebut keterlambatan distribusi makanan MBG yang datang sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi sudah dingin diduga menjadi pemicu gejala yang dialami sejumlah siswa. 

Menu hari itu terdiri dari nasi, ayam katsu, tahu goreng, sayur wortel, dan pisang yang sebagian terlihat terlalu matang.

Pihak sekolah memastikan seluruh siswa kini telah pulih dan berkomitmen memperketat prosedur penerimaan makanan agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow